PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan bahwa pembangunan di Kota Palangka Raya tidak boleh meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal. Semangat Huma Betang, yang berarti rumah besar, menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.
"Jangan pernah berhenti membangun. Kota ini masih memiliki banyak mimpi dan harapan yang harus kita wujudkan bersama," demikian pesan Gubernur yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, dalam sambutannya.
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa Kota Palangka Raya bukanlah sekadar tempat tinggal. Kota ini adalah Huma Betang—simbol kebersamaan, persatuan, dan ruang bagi masyarakat untuk bertumbuh bersama.
Menurut Gubernur, semangat gotong royong dan toleransi yang sudah mengakar harus menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalteng untuk membangun daerah tanpa meninggalkan adat istiadat dan budaya setempat.
Acara Huma Betang Night yang digelar untuk memeriahkan HUT kota tidak hanya menjadi ajang hiburan. Pemerintah berharap kegiatan ini mampu mempererat tali silaturahmi sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut diharapkan dapat merasakan peningkatan omzet. "Kebersamaan masyarakat akan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan kemajuan daerah," ujar Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Sekda.
Rangkaian Huma Betang Night tahun ini dimeriahkan oleh beragam pertunjukan seni dan budaya. Penampilan tari tradisional dari Sanggar Seni Budaya (SSB) Ruai Bahalap Taheta, Igal Jue, serta Tandak Timang oleh Hintan Saraswaty membuka acara.
Suasana makin semarak dengan penampilan Rapper Dayak Kalimbeat Production, Delta Band, serta artis lokal Yayang Welia dan Pony Vallen yang menghibur warga Palangka Raya hingga akhir kegiatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atau perwakilannya, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kalteng, termasuk Kepala Biro Administrasi Pimpinan Johni Sonder, dan jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya.