KALIMANTAN TENGAH — Kelangkaan chip RAM yang dipicu oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat harga memori melonjak. Dampaknya merambat ke semua perangkat, dari ponsel hingga laptop dan tablet. Produsen seperti Apple, Samsung, dan Microsoft sudah menaikkan harga jual produk baru dan rekondisi mereka.
Apple menjadi contoh paling anyar. Pada Juni lalu, toko Certified Refurbished milik Apple mencatat kenaikan harga 6% hingga 15%. Arsip Internet Archive menunjukkan, MacBook Pro 14 inci M5 dengan RAM 16GB dan penyimpanan 1TB sempat dihargai USD 1.699 (sekitar Rp 28 juta) sebelum diskon menjadi USD 1.439 (sekitar Rp 23,7 juta). Kini, harga aslinya melonjak menjadi USD 1.999 (sekitar Rp 33 juta) dengan harga diskon USD 1.699 (sekitar Rp 28 juta).
Microsoft juga akan menaikkan harga konsol Xbox Series X/S per 1 Agustus, dan harga laptop Surface model terbaru ikut terdongkrak. Samsung pun tak luput dari imbas krisis chip ini.
Platform jual-beli seperti Facebook Marketplace atau OfferUp memang menawarkan harga lebih murah. Namun, risikonya besar: tidak ada garansi, kebijakan retur, atau pengecekan kondisi perangkat secara profesional. Jika barang rusak atau tidak sesuai, pembeli bisa rugi sendiri.
Sebaliknya, toko rekondisi bersertifikat seperti Back Market memberikan garansi terbatas, jaminan uang kembali, dan inspeksi teknis. Pembeli juga bisa membandingkan harga serta kebijakan di Amazon Renewed Store, Best Buy Outlet, atau toko resmi pabrikan seperti Apple Certified Refurbished, Dell Refurbished, dan HP Refurbished Certified.
Beberapa toko bahkan menawarkan promo khusus musim kembali ke sekolah untuk barang bekas. Pastikan Anda membaca syarat dan ketentuan garansi sebelum membayar. Gunakan kartu kredit dengan perlindungan pembelian untuk antisipasi jika barang hilang, rusak, atau dicuri dalam kurun waktu tertentu (biasanya 3–6 bulan). Simpan semua resi dan nomor pelacakan.
Program tukar tambah dari pengecer besar bisa menekan harga beli. Apple Trade-In memberikan gift card berdasarkan nilai perangkat lama Anda, yang bisa dipakai untuk membeli produk baru atau rekondisi Apple. Amazon juga punya program serupa yang memberikan gift card untuk pembelian barang rekondisi di platform mereka.
Alternatif lain, jual perangkat lama Anda di platform jual-beli khusus seperti Swappa, ItsWorthMore, atau ecoATM. Nilai jualnya tergantung usia dan kondisi perangkat. Model yang lebih baru dengan kondisi baik hingga mulus biasanya laku lebih mahal. Bandingkan penawaran dari beberapa situs untuk mendapatkan harga terbaik.
Meski membeli barang rekondisi terdengar lebih hemat, jangan terburu-buru. Promo musim kembali ke sekolah dan diskon pelajar terkadang bisa membuat harga laptop atau tablet baru sama murahnya, bahkan lebih murah, daripada barang bekas.
Tim ahli CNET terus memantau penawaran terbaik, termasuk program tahunan Apple yang memberikan gift card hingga USD 150 (sekitar Rp 2,5 juta), diskon laptop dari berbagai merek, dan promo harian dari pengecer seperti Walmart. Sebelum memutuskan, luangkan waktu untuk membandingkan harga akhir antara barang baru dengan diskon dan barang rekondisi.
Perhatikan juga dukungan pembaruan perangkat lunak. Perangkat rekondisi yang sudah berusia beberapa tahun mungkin tidak lagi mendapat update sistem operasi atau patch keamanan terbaru, yang bisa menjadi masalah dalam jangka panjang.