KUALA KURUN — Wakil Ketua I DPRD Gunung Mas, Nomi Aprilia, memimpin langsung rombongan yang bertemu dengan Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Agus Candra, di Palangka Raya pekan lalu. Pertemuan itu membahas strategi penyediaan bahan pangan, pola distribusi, hingga pemberdayaan kelompok pangan lokal agar mampu memasok kebutuhan MBG.
Menurut Nomi, program makan bergizi gratis bukan sekadar penyediaan makanan untuk anak sekolah. “Program MBG merupakan peluang strategis bagi daerah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai perputaran anggaran MBG akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap ekonomi daerah jika dikelola secara tepat. “Jangan sampai bahan pangan justru didatangkan dari luar daerah. Potensi yang dimiliki Gunung Mas harus menjadi kekuatan utama,” tegas Nomi.
Agus Candra menegaskan keberhasilan MBG sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. “Kami mendorong setiap daerah mampu mengoptimalkan potensi pangan lokal. Jika kebutuhan MBG dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri, maka manfaat ekonominya akan kembali kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, ketika pemerintah daerah, petani, peternak, dan UMKM bergerak dalam satu irama, program ini tidak hanya melahirkan generasi sehat tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi desa.
Nomi berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi. DPRD Gunung Mas mendorong lahirnya langkah-langkah konkret bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi untuk menyukseskan MBG secara berkelanjutan. Rombongan DPRD yang turut hadir dalam kunker itu antara lain Herbet Y. Asin, Endra, Lelie, Selsius, dan Evandi.