KALIMANTAN TENGAH — Manajemen Persib Bandung resmi mengumumkan perekrutan Gakuto Notsuda dalam kontrak berdurasi satu tahun plus opsi perpanjangan. Penandatanganan kontrak berlangsung di Grha Persib, Jalan Sulanjana, Senin (13/7/2026), disaksikan langsung Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Zaenuri Hasyim dan Komisaris Kuswara S. Taryono.
Notsuda baru beberapa hari merasakan atmosfer Kota Kembang, tapi satu hal langsung mencuri perhatiannya: suhu udara. Eks pemain Sanfrecce Hiroshima itu mengaku hawa dingin Bandung lebih ekstrem dari perkiraannya.
"Bandung dingin. Bahkan lebih dingin daripada Jepang saat ini," ujar Notsuda dikutip dari laman resmi Persib, Selasa (14/7/2026).
Pernyataan ini cukup mengejutkan mengingat Jepang dikenal memiliki empat musim dengan suhu musim dingin yang bisa mencapai titik beku. Namun, Notsuda menilai suhu Bandung saat ini terasa lebih menusuk.
Nomor punggung 17 identik dengan legenda Persib asal Jepang, Shohei Matsunaga, yang pernah membela Maung Bandung pada era 2010-an. Namun Notsuda punya alasan berbeda.
Ia menegaskan pilihan nomor punggungnya murni karena alasan pragmatis, bukan untuk meneruskan jejak Matsunaga. "Saya memilih nomor 17 karena alasan praktis, bukan karena ingin meniru Shohei Matsunaga," jelasnya.
Dengan nomor itu, Notsuda kini mengikuti jejak pendahulunya asal Negeri Sakura seperti Satoshi Otomo dan Kenji Adachihara yang pernah menjadi bagian dari sejarah Persib.
Notsuda bukan nama asing di sepak bola Asia. Ia mengawali karier profesional di Sanfrecce Hiroshima, kemudian sempat merumput di Ventforet Kofu dan Cerezo Osaka. Total ia mencatat lebih dari 200 penampilan di J1 League.
Kehadirannya diharapkan menambah kreativitas lini tengah Persib yang musim lalu kerap kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan. Dengan pengalaman internasional dan adaptasi cepat, Notsuda bisa menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut.
Manajemen Persib optimistis perekrutan ini akan memperkuat skuad menjelang kompetisi musim depan. Keputusan Notsuda memilih nomor 17 dan kesannya terhadap cuaca Bandung menjadi cerita awal yang menarik di balik transfer ini.