KALIMANTAN TENGAH — Prosesi pengambilan sumpah berlangsung di Kantor Ditjen AHU Kementerian Hukum. Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, serta anggota Exco PSSI Sumardji turut hadir langsung dalam momen tersebut.
Erick Thohir menyebut kualitas fisik dan naluri mencetak gol Mitchell menjadi alasan utama naturalisasi ini dipercepat. "Dengan postur tubuh dan insting mencetak gol yang mumpuni, Mitchell adalah tambahan yang berharga bagi lini depan kita," ujar Erick dalam keterangan resmi.
Ketum PSSI itu juga mengapresiasi dukungan Presiden Prabowo Subianto, DPR RI, serta Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Menurutnya, sinergi pemerintah dan federasi menjadi kunci suksesnya proses naturalisasi pemain diaspora.
Mitchell memiliki garis darah Indonesia dari sang ibu, Maureen Lee Baker, yang berasal dari Yogyakarta dan Semarang. Usai resmi menjadi WNI, striker muda itu tak bisa menyembunyikan rasa harunya. "Ini adalah momen yang sangat membanggakan bagi saya dan keluarga. Saya sudah tidak sabar untuk segera bermain untuk Indonesia," kata Mitchell.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi maksimal di berbagai ajang internasional bersama Timnas Indonesia.
Pelatih John Herdman disebut sudah memasukkan nama Mitchell dalam skuat untuk memperkuat sektor penyerangan. Dengan usia yang masih sangat muda, ia diharapkan menjadi solusi jangka panjang di lini depan Garuda yang kerap kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan.
Piala AFF 2026 yang akan digelar akhir tahun ini menjadi ajang pembuktian pertama bagi Mitchell Baker. Publik sepak bola Indonesia menantikan apakah insting golnya bisa menjadi jawaban atas kebutuhan timnas akan seorang predator sejati.