KALIMANTAN TENGAH — Registrasi resmi di Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) pekan lalu mengonfirmasi kehadiran Seagull EV generasi baru. Dokumen tersebut menunjukkan mobil listrik mungil ini mengalami perubahan paling radikal sejak pertama kali diluncurkan pada 2023. Bukan sekadar facelift, dimensi dan spesifikasi teknisnya naik ke level yang mendekati segmen di atasnya.
Berdasarkan data MIIT, Seagull EV anyar memiliki wheelbase 2.650 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.570 mm. Tambahan panjang 425 mm dari model sebelumnya membuatnya kini setara dengan Honda Brio atau Toyota Agya di Indonesia. Perubahan ini langsung menjawab kritik utama terhadap Seagull generasi pertama yang ruang kaki belakangnya sempit untuk ukuran keluarga kecil.
Roda yang digunakan juga lebih besar, yakni ring 16 inci dengan desain aerodinamis baru. BYD tampaknya ingin memperbaiki satu kelemahan utama mobil murah, yaitu kenyamanan berkendara di kecepatan tinggi.
Motor listrik anyar berkekuatan 95 kW atau setara 127 hp menjadi pembeda utama. Angka ini naik 72 persen dari motor 55 kW (75 hp) pada versi sebelumnya. Meski tenaga membesar, BYD tetap setia menggunakan baterai Blade LFP yang terkenal aman dan tahan lama. Belum ada konfirmasi kapasitas baterai untuk model baru ini, tapi varian eksisting menawarkan dua opsi: 30,08 kWh (jarak tempuh 305 km NEDC) dan 38,88 kWh (405 km NEDC).
Pembaruan paling menarik justru di sektor elektronik. BYD membenamkan sistem bantuan mengemudi DiPilot 300 atau God's Eye B yang sebelumnya hanya untuk model premium. Sistem ini mengandalkan chip Nvidia Drive Orin dan sensor LiDAR di atap, memungkinkan fitur Navigasi On Autopilot (NOA) di jalan tol dan perkotaan serta parkir otomatis.
Layar sentral juga naik ke ukuran 12,8 inci mengambang dengan antarmuka DiLink 150. Sistem ini sudah mendukung kontrol 3D kendaraan, mirip dengan yang ditemukan di BYD Atto 3 dan Seal.
BYD belum mengumumkan harga resmi untuk Seagull EV yang baru. Namun, model eksisting dibanderol mulai 69.800 yuan atau sekitar Rp 156 juta di China. Dengan penambahan dimensi, tenaga, dan fitur, kemungkinan harga naik ke kisaran 80.000–90.000 yuan. Di Eropa, Dolphin Surf saat ini dijual mulai €22.990 atau setara Rp 400 juta.
BYD diperkirakan akan meluncurkan Seagull EV baru ini dalam beberapa pekan mendatang di China. Untuk pasar global, termasuk Indonesia, kemungkinan baru masuk pada 2026 mengingat proses adaptasi untuk pasar kanan setir dan regulasi lokal.