Apple Akhirnya Pakai Chip Buatan Intel untuk Mac dan iPhone, Imbas Lobi Tarif Impor ke Trump

Penulis: Irfan Hakim  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:14:45 WIB
Apple resmi menggunakan chip Intel untuk Mac dan iPhone setelah negosiasi kebijakan tarif impor.

KALIMANTAN TENGAH — Kabar ini pertama kali diungkap oleh The Wall Street Journal (WSJ) pada Jumat lalu. Menurut laporan tersebut, Apple berhasil menghindari rencana pengenaan tarif impor semikonduktor hingga 100 persen setelah berkomitmen untuk berinvestasi lebih besar di Amerika Serikat. Namun, ada satu syarat khusus yang diajukan langsung oleh Presiden Trump dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick: Apple harus menggandeng Intel.

Intel Jadi Jurus Lobi Apple ke Gedung Putih

Laporan WSJ yang ditulis Robbie Whelan mengungkapkan bahwa Tim Cook berada di Washington pada musim panas tahun lalu. Ia berupaya keras membujuk pemerintahan Trump untuk membatalkan rencana tarif impor yang akan membengkakkan biaya produksi produk-produk andalan Apple.

Dalam pertemuan dengan Cook, Trump dan Lutnick secara spesifik menyinggung Intel, perusahaan chip AS yang sedang terpuruk. Kesepakatan dengan Intel inilah yang kemudian menjadi "kunci" pembebasan tarif yang diberikan kepada Apple.

Pengumuman Trump dan Dampaknya ke Saham Intel

Hampir setahun kemudian, Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa Apple akan mulai menggunakan chip buatan Intel untuk beberapa produknya. Pengumuman ini langsung mendongkrak harga saham Intel ke level tertinggi dalam sejarah perdagangan.

"Saya memutuskan untuk membantu Intel karena kita harus merancang dan membuat chip kita sendiri di Amerika," tulis Trump dalam unggahannya. Sumber yang mengetahui negosiasi mengatakan bahwa Apple berencana memakai chip Intel untuk laptop Mac dan juga iPhone.

Harga Produk Aman, Tapi Biaya Tetap Membengkak

Berkat lobi ini, Apple tidak pernah benar-benar menaikkan harga produk akibat tarif impor semikonduktor. Namun, kabar baik itu tidak bertahan lama. Biaya produksi tetap membengkak karena kelangkaan pasokan memori global yang terjadi belakangan. Artinya, meski tarif impor berhasil dihindari, tekanan biaya dari rantai pasok tetap membebani Apple.

Kesepakatan ini menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan tarif dan tekanan politik di AS bisa mengubah peta produksi chip global. Bagi pengguna, ini berarti harga iPhone dan Mac mungkin tidak naik drastis dalam waktu dekat, meski tekanan biaya produksi tetap ada dari komponen lain.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top