PALANGKA RAYA — Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo secara resmi membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII KADIN Kalteng Tahun 2026 di Batang Garing Ballroom, Hotel Best Western Palangka Raya, Jumat (10 Juli 2026). Kegiatan ini dinilai sebagai forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Edy Pratowo menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam dan kearifan lokal Kalimantan Tengah harus dikelola secara bijaksana. “Potensi tersebut harus dikelola secara bijaksana, berkelanjutan, dan bertanggung jawab agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi KADIN Indonesia Taufan Eko Nugroho Rotorasiko memaparkan target pertumbuhan yang ambisius. Ia menyebutkan, KADIN menargetkan pendapatan per kapita masyarakat Kalimantan Tengah bisa meningkat hingga tiga kali lipat, mencapai sekitar Rp10 juta per bulan dalam kurun 15 hingga 18 tahun ke depan.
“KADIN menargetkan dalam 15 hingga 18 tahun ke depan pendapatan per kapita masyarakat Kalimantan Tengah dapat meningkat hingga tiga kali lipat atau mencapai sekitar Rp10 juta per bulan, sekaligus menurunkan angka kemiskinan hingga di bawah 3 persen,” jelas Taufan.
Taufan juga mendorong penguatan hilirisasi komoditas unggulan daerah. Menurutnya, Kalimantan Tengah tidak boleh lagi hanya dikenal sebagai penghasil bahan baku mentah.
“Kalimantan Tengah tidak boleh lagi hanya dikenal sebagai penghasil bahan baku mentah. Hilirisasi harus menjadi gerakan ekonomi bersama, mulai dari kelapa sawit, hasil hutan, hingga sektor pertambangan dan mineral,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, KADIN Indonesia mengusung empat pilar pembangunan ekonomi: mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air; memperkuat kemitraan bersama UMKM; mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif; serta mengembangkan pembangunan berkelanjutan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Melalui Musprov VIII, KADIN Kalteng juga memperkenalkan potensi investasi baru kepada investor nasional dan internasional. Sektor yang dipromosikan mencakup agroindustri hingga perdagangan karbon (carbon trading), dengan tetap mengedepankan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Wakil Gubernur Edy Pratowo menegaskan komitmen Pemprov Kalteng dalam menjalankan pembangunan yang merata melalui Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Ia mengajak seluruh elemen masyarakat turut mengawal pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Edy juga mengajak dunia usaha untuk mendukung berbagai program prioritas nasional seperti Asta Cita Presiden, Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Ketahanan Pangan, hingga Sekolah Rakyat. “Saya yakin melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Kalimantan Tengah akan semakin maju, berdaya saing, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Wilayah Kalimantan KADIN Indonesia Andi Yuslim Patawari, Ketua Umum KADIN Kalimantan Tengah H. Rahmat Nasution Hamka, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah Anang Dirjo, unsur Forkopimda, serta pimpinan perbankan dan asosiasi profesi.