Bendungan Meninting Resmi Beroperasi, Target Swasembada Pangan 2027 Makin Dekat

Penulis: Irfan Hakim  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:45:01 WIB
Bendungan Meninting diresmikan untuk mendukung irigasi ratusan hektare sawah di Lombok Barat.

KALIMANTAN TENGAH — Pemerintah terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur air untuk menopang ketahanan pangan. Lima bendungan telah diresmikan Presiden dalam waktu berdekatan, dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung bergerak mengoptimalkan jaringan irigasinya. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Bendungan Meninting: Irigasi untuk Ratusan Hektare Sawah

Bendungan Meninting tidak sekadar menjadi proyek infrastruktur, melainkan solusi konkret bagi petani di Lombok Barat. Dengan beroperasinya bendungan ini, aliran air ke sawah-sawah tadah hujan bisa diatur sepanjang tahun. Menteri PU menargetkan produktivitas pertanian di kawasan itu bisa naik signifikan, mengingat sebelumnya petani kerap gagal panen saat musim kemarau panjang.

“Kami akan memastikan air dari Bendungan Meninting sampai ke petak-petak sawah. Jaringan irigasi primer dan sekunder sudah kami siapkan agar distribusi air merata,” ujar Menteri PU dalam keterangan resmi.

Strategi Swasembada: Bukan Sekadar Bangun Bendungan

Peresmian lima bendungan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari pekerjaan besar mengelola air. Kementerian PU tidak hanya fokus pada konstruksi bendungan, tetapi juga pada rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah ada. Langkah ini ditempuh agar air yang tertampung bisa langsung dimanfaatkan petani tanpa hambatan teknis di saluran.

Di Lombok Barat, misalnya, pemerintah daerah sudah menyiapkan peta lahan yang akan mendapat pasokan air dari Bendungan Meninting. Targetnya, area persawahan yang sebelumnya hanya bisa tanam sekali setahun bisa menjadi dua hingga tiga kali musim tanam.

Dampak Langsung ke Petani dan Harga Pangan

Bagi petani di Lombok Barat, kepastian air berarti kepastian produksi. Ketika irigasi berjalan optimal, biaya produksi bisa ditekan karena petani tidak perlu lagi mengandalkan pompa air diesel yang mahal. Hasil panen pun lebih stabil, sehingga pasokan beras ke pasar tidak terganggu.

Pemerintah optimistis, dengan beroperasinya bendungan-bendungan ini secara penuh, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada impor pangan. Target swasembada beras yang dicanangkan pada 2027 dianggap realistis jika infrastruktur irigasi terus diperkuat.

Langkah selanjutnya, Kementerian PU akan memonitor distribusi air di setiap musim tanam dan melakukan perbaikan jika ditemukan kebocoran atau kerusakan saluran. Semua ini demi satu tujuan: petani sejahtera, pangan melimpah.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top