Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Hadir di Puncak Ritual Tiwah Upun Gawi, 20 Jenazah Diantarkan ke Lewu Tatau

Penulis: Hendra Wijaya  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:32:01 WIB
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran hadir dalam puncak ritual Tiwah Upun Gawi sebagai bentuk dukungan pelestarian budaya.

Rangkaian ritual Tiwah memasuki fase puncak yang disebut tabuh, yaitu penyembelihan hewan kurban sebagai bagian dari prosesi adat dan keagamaan. Pada hari pertama, Jumat (10/7/2026), sebanyak lima ekor kerbau disembelih.

Prosesi tabuh akan berlanjut pada Minggu (12/7/2026) dan Senin (13/7/2026). Tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penghormatan tertinggi kepada leluhur dalam kepercayaan Kaharingan.

Makna Spiritual dan Sosial di Balik Ritual Tiwah

Bagi umat Hindu Kaharingan, Tiwah adalah prosesi sakral yang mengantarkan arwah menuju lewu tatau—alam kelanggengan. Ritual ini dipercaya sebagai kewajiban keluarga yang masih hidup untuk menuntaskan perjalanan spiritual sang leluhur.

Di luar dimensi spiritual, Tiwah juga menjadi perekat sosial. Nilai gotong royong dan kebersamaan terlihat dari keterlibatan puluhan bahkan ratusan warga dalam mempersiapkan dan menjalankan rangkaian upacara yang bisa berlangsung berhari-hari.

Komitmen Pemprov Kalteng: Budaya Bukan Sekadar Seremonial

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa kehadirannya dalam ritual Tiwah bukanlah seremoni belaka. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen mendukung pelestarian adat istiadat, budaya, dan nilai-nilai spiritual masyarakat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dukungan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya dan kehidupan beragama di Kalimantan Tengah. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat dinilai krusial untuk menjaga warisan budaya sebagai bagian dari kekayaan bangsa yang harus terus dilestarikan.

Tiwah sebagai Identitas Dayak di Era Modern

Di tengah arus modernisasi, tradisi Tiwah tetap bertahan sebagai identitas kultural masyarakat Dayak. Ritual yang sarat makna ini menjadi pembeda sekaligus kekayaan budaya yang tidak dimiliki daerah lain.

Prosesi Tiwah Upun Gawi kali ini diikuti oleh keluarga besar yang tersebar di berbagai wilayah. Kehadiran Gubernur diharapkan memperkuat posisi adat dalam struktur pemerintahan daerah, sekaligus memastikan regenerasi pelaku budaya berjalan lestari. (Redaktur Senior)

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: enewskalteng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top