Bupati Barito Timur Minta Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Beri Dispensasi Jam Kerja

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 13:08:32 WIB
Bupati Barito Timur mengajak ayah mengantar anak di hari pertama sekolah melalui Gerakan GAMAS.

TAMIANG LAYANG — Pemerintah Kabupaten Barito Timur meluncurkan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang tertuang dalam Surat Edaran Bupati Nomor 463.2/158/DP3AKB/VI/2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Isi Surat Edaran: Dari Dispensasi Jam Kerja hingga Dokumentasi Kampanye

Dalam edaran tersebut, Bupati menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, pimpinan BUMN, BUMD, perusahaan swasta, dan instansi vertikal di Bartim untuk mendukung pelaksanaan GAMAS. Dukungan itu berupa imbauan partisipasi aktif serta pemberian fleksibilitas atau dispensasi jam kerja bagi ayah atau wali murid laki-laki yang mengantar anak.

Seluruh satuan pendidikan diminta menginformasikan gerakan ini kepada para ayah atau wali murid. "Seluruh ayah yang memiliki anak pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan atas juga diharapkan ikut berpartisipasi sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap proses pendidikan anak," kata Yamin di Tamiang Layang, Rabu.

Penyuluh KB Laki-Laki Jadi Teladan, Hasil Kegiatan Dibagikan ke Medsos

Bupati mengarahkan seluruh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB) laki-laki untuk menjadi teladan dalam pelaksanaan GAMAS. Setiap kegiatan yang dilakukan wajib didokumentasikan dalam bentuk foto, video, maupun testimoni, lalu dibagikan melalui media sosial sebagai kampanye positif.

"Itu sebagai bentuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak," ujar Yamin.

Target: Generasi Barito Timur yang Lebih Percaya Diri dan Berkarakter

Pemkab Bartim menilai kehadiran ayah pada hari pertama sekolah bukan sekadar simbol dukungan moral. Gerakan ini diharapkan mampu mempererat hubungan emosional dalam keluarga serta mendorong terwujudnya generasi Barito Timur yang lebih percaya diri, berkarakter, dan berkualitas.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Bartim ini menambahkan, gerakan tersebut merupakan wujud komitmen daerah dalam memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, termasuk menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung pendidikan anak sejak hari pertama sekolah.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top