KALIMANTAN TENGAH — Musim ini menjadi ajang pembuktian bagi para bintang sepak bola dunia. Dengan Piala Dunia 2026 yang sudah memasuki babak akhir, perburuan Bola Emas edisi tahun ini dipastikan akan bergantung pada performa di turnamen antarnegara tersebut. GOAL kembali merilis pembaruan peringkat kekuatan kandidat Ballon d'Or pada 29 Juni 2026, dengan dua nama besar resmi dihapus: Raphinha dan Cristiano Ronaldo.
Liga Champions musim lalu kembali memegang peranan krusial. Ousmane Dembélé, misalnya, sukses meraih penghargaan individu setelah membawa Paris Saint-Germain menjuarai Piala Eropa pertama mereka. Namun, tahun 2026 adalah tahun Piala Dunia, sehingga pemenang Ballon d'Or kemungkinan baru akan diketahui setelah turnamen musim panas ini di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko usai.
Tak hanya Piala Dunia, Piala Afrika yang digelar di tahun yang sama juga ikut diperhitungkan. Hal ini membuka peluang bagi pemain yang tampil mengesankan di dua turnamen besar sekaligus sepanjang musim, baik bersama klub maupun negara.
GOAL menegaskan bahwa perburuan Ballon d'Or adalah maraton, bukan lari cepat. Meski begitu, dengan Piala Dunia yang sudah mendekati garis finis, situasi mulai mengerucut. Para pengamat mulai bisa menebak siapa yang berpeluang diumumkan sebagai pemenang dalam upacara yang akan digelar di London pada 26 Oktober 2026.
Harry Kane tetap menjadi favorit utama. Ketajamannya di lini depan Bayern Munich dan kontribusinya untuk Timnas Inggris membuatnya sulit dikejar. Namun, Kylian Mbappé dan Erling Haaland terus membayangi. Keduanya menunjukkan konsistensi luar biasa di pentas Piala Dunia, menjadikan persaingan menuju puncak semakin sengit.
Dalam pembaruan peringkat kali ini, dua nama besar harus rela dicoret dari daftar kandidat. Raphinha, yang sempat bersinar di Barcelona, dan Cristiano Ronaldo, ikon sepak bola Portugal, resmi dihapus dari papan peringkat. Keputusan ini menandai ketatnya persaingan dan standar tinggi yang diterapkan oleh para pemilih Ballon d'Or musim ini.