Box Culvert Ambruk di Jalan Trans Kalimantan Katingan, Anggota DPRD Kalteng Desak Penindakan ODOL Diperketat

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Senin, 06 Juli 2026 | 12:54:01 WIB
Box culvert di KM 11 Jalan Trans Kalimantan Katingan ambruk, menyebabkan gangguan lalu lintas.

PALANGKA RAYA — Ambruknya box culvert di ruas Jalan Trans Kalimantan, Kabupaten Katingan, mendorong legislator Kalimantan Tengah meminta langkah tegas terhadap kendaraan kelebihan muatan. Abdul Hafid menilai praktik ODOL menjadi salah satu pemicu utama kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan di provinsi ini.

“Penindakan terhadap kendaraan ODOL harus lebih tegas dan berkelanjutan. Jangan hanya dilakukan sesaat, tetapi harus menjadi pengawasan rutin,” kata anggota DPRD Kalteng dari Daerah Pemilihan II itu dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).

Evaluasi Jembatan dan Box Culvert di Jalur Vital

Selain memperketat pengawasan kendaraan muatan lebih, Hafid meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng segera mengevaluasi seluruh jembatan dan box culvert di sepanjang Jalan Trans Kalimantan. Menurutnya, pemetaan kondisi infrastruktur harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang.

“Trans Kalimantan merupakan jalur vital. BPJN perlu segera memetakan sekaligus mengevaluasi jembatan dan box culvert yang berpotensi mengalami kerusakan,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya basis data yang akurat mengenai usia, kondisi, dan tingkat kelayakan setiap jembatan maupun box culvert. Infrastruktur di kawasan rawan erosi, terutama di sekitar bantaran sungai, harus menjadi prioritas pengawasan dan rehabilitasi.

Anggaran Rehabilitasi Harus Berdasarkan Data Lapangan

Legislator tersebut mengingatkan agar program rehabilitasi infrastruktur didasarkan pada hasil kajian teknis, bukan asumsi. Menurutnya, anggaran harus benar-benar diprioritaskan pada infrastruktur yang membutuhkan penanganan darurat.

“Jangan sampai yang masih layak justru diperbaiki, sementara yang kondisinya sudah mengkhawatirkan belum menjadi prioritas. Semua harus mengacu pada data dan kondisi di lapangan,” tegas Hafid.

Jalur Alternatif dan Peningkatan Kelas Jalan Mendesak

Hafid menambahkan, kapasitas jalan dan jembatan di Kalteng saat ini tidak lagi sebanding dengan peningkatan aktivitas distribusi hasil sumber daya alam. Karena itu, pemerintah didorong untuk mulai meningkatkan kelas jalan sekaligus menyiapkan jalur alternatif.

“Jangan hanya bergantung pada satu jalur. Ketika terjadi gangguan, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik ikut terdampak. Ke depan harus dipikirkan jalur alternatif,” pungkasnya.

Sebagai informasi, box culvert di KM 11 ruas Kasongan-Kereng Pangi ambruk pada Minggu pagi, menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Trans Kalimantan sempat terputus total. Perbaikan darurat menggunakan alat berat rampung sekitar pukul 18.35 WIB. Hingga kini, arus kendaraan masih diberlakukan sistem buka-tutup satu jalur secara bergantian.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: beritasampit.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top