Pemerintah Terapkan Manajemen Risiko Lintas Sektor di Food Estate Kalteng, Target Swasembada Pangan

Penulis: Joko Purnomo  •  Senin, 06 Juli 2026 | 12:21:01 WIB
Wakil Menteri Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan penerapan manajemen risiko dalam proyek food estate Kalteng.

JAKARTA — Pemerintah mengakui bahwa proyek food estate di Kalimantan Tengah telah beberapa kali dijalankan namun belum membuahkan hasil yang memuaskan. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyebut proyek itu berlangsung pada 1995, 1999, 2020, hingga era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Semuanya belum membuahkan hasil yang memuaskan, mulai tahun 1995, kemudian tahun 1999, 2020, dan hari ini," ujar Hanif dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Manajemen Risiko Jadi Kunci Baru

Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) lintas sektor. Hanif mengatakan pemerintah berupaya menutup berbagai celah yang menyebabkan proyek sebelumnya tidak mencapai hasil optimal.

Proyek ini dikenal dengan nama Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KPEAN). Pemerintah memastikan proyek tersebut kini dilengkapi dengan manajemen risiko yang lebih ketat.

Lahan di Luar Kawasan Hutan

Pengembangan food estate di Kalimantan Tengah akan difokuskan pada lahan di luar kawasan hutan. Lokasi tersebut telah melalui kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama kementerian terkait sejak 2020.

Proyek ini melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, serta Kejaksaan Agung.

Komoditas Padi dan Singkong

Kawasan food estate di Kalimantan Tengah difokuskan untuk produksi padi dan singkong. Pemerintah juga mengembangkan proyek serupa di tiga provinsi lain: Papua, Sumatra Utara, dan Sumatra Selatan. Setiap daerah difokuskan pada komoditas sesuai karakteristik lahannya. Di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, misalnya, pemerintah mengembangkan kentang, bawang putih, dan bawang merah.

"Apa yang dicita-citakan dalam nawacita Bapak Presiden untuk membangun ketahanan pangan kita memang harus benar-benar serius kita bangun pada kondisi yang seperti ini," tutur Hanif.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu program prioritas. Dengan penerapan manajemen risiko yang lebih ketat, pemerintah berharap proyek food estate di Kalimantan Tengah kali ini dapat berjalan lebih efektif dan mendukung target ketahanan pangan nasional.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top