KALIMANTAN TENGAH — Keputusan penurunan harga ini diumumkan langsung oleh PT Pertamina Patra Niaga melalui keterangan resmi pada Selasa (30/6/2026). Tiga produk yang mengalami penyesuaian ke bawah adalah Pertamina Dex, Dexlite, dan Pertamax Turbo. Sementara itu, harga Pertamax dan Pertamax Green 95 tetap stabil.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa evaluasi harga dilakukan setiap bulan. “Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” ujarnya dalam siaran pers.
Besaran harga BBM di setiap daerah tidak seragam karena dipengaruhi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah. Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dengan PBBKB 5 persen, berikut rincian harga terbaru:
Masyarakat dapat mengecek harga spesifik di masing-masing wilayah melalui aplikasi MyPertamina atau kanal resmi Pertamina. Perbedaan harga antar daerah bisa mencapai beberapa ratus rupiah per liter tergantung kebijakan PBBKB lokal.
Penurunan harga Pertamina Dex menjadi kabar paling menggembirakan bagi pemilik mobil dan truk diesel. Dengan potongan harga yang berlaku mulai hari ini, biaya operasional kendaraan bermesin diesel menjadi lebih efisien. Ini juga menjadi sinyal positif bagi sektor logistik dan transportasi umum yang sangat bergantung pada solar nonsubsidi.
Namun, perlu diingat bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan. Pemerintah masih mempertahankan harga kedua produk tersebut untuk menjaga daya beli masyarakat kelas bawah.
Agar tidak ketinggalan informasi, pengguna disarankan untuk rutin mengecek aplikasi MyPertamina sebelum mengisi bahan bakar. Pertamina juga memperbarui data harga di setiap SPBU secara real-time. Jika ada perubahan di bulan berikutnya, evaluasi kembali akan dilakukan berdasarkan harga minyak dunia dan kondisi fiskal nasional.