SAMPIT — Minimnya cahaya di Jalan Kapten Mulyono selama ini bukan sekadar masalah estetika kota. Pengguna jalan, terutama pengendara motor dan pejalan kaki, kerap waswas saat melintas di malam hari. Titik-titik gelap di sepanjang ruas yang menghubungkan Simpang MT Haryono hingga pertigaan Jalan Lingkar Selatan itu sudah lama masuk daftar keluhan warga ke Dinas Perhubungan Kotim.
Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah mengonfirmasi proyek ini sudah masuk prioritas pembangunan infrastruktur penunjang transportasi. Sebanyak 63 titik lampu PJU akan dipasang merata di sepanjang jalan sejauh beberapa kilometer tersebut.
“Penerangan jalan di kawasan itu memang sangat dibutuhkan karena aktivitas masyarakat dan kendaraan cukup tinggi, terutama pada malam hari,” kata Raihansyah di Sampit, Rabu.
Anggaran sebesar Rp2 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kotim tahun anggaran 2026. Saat ini proses masih berada di tahap persiapan administrasi dan perencanaan teknis.
Pemasangan lampu baru bisa dimulai pada triwulan ketiga 2026. Raihansyah menargetkan seluruh proses administrasi dan pengadaan selesai sebelum pertengahan tahun agar pengerjaan fisik tidak molor.
“Harapan kami tentunya tidak ada pengurangan anggaran sehingga program ini bisa direalisasikan sesuai rencana pada tahun ini,” ucapnya.
Dishub Kotim telah melakukan pemetaan lokasi agar titik lampu tersebar merata dan pencahayaan optimal di setiap sudut jalan. Tidak ada satu titik pun yang lebih terang dari yang lain—semua dirancang merata.
Pemasangan PJU bukan proyek semata. Bagi warga Sampit yang bekerja hingga larut atau berjualan di sepanjang jalan tersebut, lampu jalan artinya rasa aman dan perpanjangan waktu produktif.
“Keberadaan PJU nantinya diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang melintas pada malam hari,” jelas Raihansyah.
Pemkab Kotim berharap proyek ini menjadi solusi permanen atas keluhan yang sudah bertahun-tahun terdengar. “Kalau penerangan memadai tentu masyarakat lebih nyaman beraktivitas, pengguna jalan juga merasa lebih aman ketika melintas,” demikian Raihansyah.