PALANGKA RAYA — Bambang Irawan mempertanyakan praktik PLN yang kerap mengumumkan pemadaman saat aliran listrik sudah terputus. Menurutnya, perusahaan memiliki jadwal pemeliharaan jaringan yang sudah direncanakan sejak awal.
"Kalau diumumkan saat sudah listrik padam, ya itu tidak bisa. Mereka kan punya jadwal pemeliharaan, jadi jadwal inilah yang disampaikan jauh-jauh hari," ujar Bambang di Palangka Raya, Rabu.
Bambang menilai penyampaian informasi sejak awal penting agar masyarakat dapat mengantisipasi dampak pemadaman. Ia menyoroti pelaku usaha yang aktivitasnya sangat bergantung pada pasokan listrik tanpa gangguan.
"Misalkan pemadaman karena alasan darurat seperti pohon tumbang menimpa kabel, ya masih bisa dimaklumi. Tapi kalau pemadaman itu karena alasan teknis, pasti ini harus ada informasi," tegasnya.
Politisi itu juga mempertanyakan alasan keterbatasan pasokan listrik yang kerap disampaikan sebagai penyebab pemadaman bergilir. Menurutnya, sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah memiliki pembangkit serta sumber energi yang memadai.
Ia menegaskan transparansi mengenai penyebab pemadaman menjadi hak pelanggan. Dengan informasi yang jelas, masyarakat dapat mengetahui apakah gangguan terjadi karena faktor teknis, pemeliharaan, atau kondisi darurat.
Bambang berharap PLN terus meningkatkan kualitas pelayanan, tidak hanya dalam menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga dalam memberikan informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses. Menurutnya, komunikasi yang baik antara penyedia layanan dan pelanggan akan meminimalkan keluhan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.
"Listrikan kita bayar, kalau lambat bayar dicabut. Jadi jangan pernahlah PLN mengatakan rugi segala macam. Makanya sampaikan informasi secara jelas kepada masyarakat," demikian Bambang.