KALIMANTAN TENGAH — GridOto.com - Persaingan di segmen SUV listrik 5-seater kian menarik dengan hadirnya MGS5 EV Magnify Max dan JAECOO J5 EV. Keduanya sama-sama mengusung baterai berkapasitas jumbo yang menjanjikan jarak tempuh jauh. Namun, soal keiritan harian, mana yang lebih unggul?
Dalam pengujian konsumsi listrik rute dalam kota, JAECOO J5 EV mencatatkan angka 8,3 km/kWh. Hasil ini sedikit lebih baik dibanding MGS5 EV Magnify Max yang berada di angka 8,06 km/kWh. Selisih sekitar 0,24 km/kWh ini terbilang kecil, tapi cukup berarti untuk penggunaan harian di lalu lintas stop-and-go.
Efisiensi ini menjadi krusial karena menentukan seberapa sering pengemudi harus menyambungkan kabel charger. Dengan konsumsi yang irit, interval pengisian daya baterai bisa lebih panjang, memberikan kenyamanan ekstra bagi pemilik.
Dari segi spesifikasi teknis, MGS5 EV Magnify Max unggul dengan baterai 62 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 515 km dalam sekali pengisian penuh. Sementara JAECOO J5 EV dibekali baterai 60,9 kWh dengan jarak tempuh maksimal 471 km. Selisih kapasitas 1,1 kWh ini membuat MGS5 punya potensi jelajah lebih jauh secara teoretis.
Namun, hasil uji konsumsi membuktikan bahwa JAECOO J5 EV mampu memanfaatkan kapasitas baterainya secara lebih efisien di kondisi perkotaan. Artinya, meski baterainya lebih kecil, manajemen energi JAECOO terbilang lebih matang untuk rute padat.
Bagi konsumen Indonesia, keiritan listrik bukan sekadar soal biaya operasional. Ini soal kepraktisan. Di tengah infrastruktur stasiun pengisian yang belum merata, kemampuan mobil menempuh jarak lebih banyak per kWh menjadi nilai jual utama. Baik MGS5 EV Magnify Max maupun JAECOO J5 EV sama-sama membuktikan diri sebagai SUV listrik yang efisien.
Pilihan akhirnya kembali pada prioritas: apakah Anda mengutamakan jarak tempuh total yang lebih panjang (MGS5) atau efisiensi konsumsi harian yang sedikit lebih baik (JAECOO J5 EV)? Keduanya, berdasarkan data, sudah berada di kelas yang sama-sama irit untuk ukuran crossover bertenaga listrik.