PALANGKARAYA — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk petani plasma di Kalimantan Tengah kembali menurun. Berdasarkan hasil rapat tim penetapan harga, periode II-Mei (16-31 Mei 2026) mencatatkan penurunan signifikan sebesar Rp255,97 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.
Untuk sawit berumur 10-20 tahun, harga kini dipatok di angka Rp3.493,43 per kilogram. Angka ini menjadi acuan utama bagi perkebunan rakyat yang selama ini menggantungkan hidup dari komoditas sawit.
Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah merilis daftar harga lengkap untuk berbagai usia tanaman. Harga tertinggi tetap berada di kelompok usia produktif 10-20 tahun, sementara harga terendah dialami sawit berusia 3 tahun. Berikut rincian lengkapnya:
Penurunan harga TBS ini sejalan dengan harga minyak sawit mentah (CPO) yang ditetapkan sebesar Rp14.106,17 per kilogram. Sementara itu, harga kernel berada di angka Rp13.768,50 per kilogram dengan indeks K sebesar 92,05 persen. Fluktuasi harga CPO global menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga di tingkat petani.
Rapat selanjutnya untuk menentukan harga TBS periode I-Juni 2026 dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026 di Palangka Raya. Para petani berharap ada perbaikan harga pada periode berikutnya.
Pemberitaan ini merujuk pada harga resmi yang ditetapkan Dinas Perkebunan setempat. Pihak dinas mengingatkan bahwa harga di lapangan bisa berbeda tergantung kualitas buah dan kesepakatan antara petani dengan pabrik kelapa sawit (PKS).