PALANGKA RAYA — Setiap paket bantuan pangan berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 1 kilogram. Penerimanya mencakup para pendeta, pastor, koster, guru Sekolah Minggu, pelayan keagamaan lain, serta masyarakat jemaat dari berbagai denominasi gereja di Kota Palangka Raya.
Pemprov Kalteng menyoroti secara khusus pelayan gereja yang belum memperoleh honorarium atau insentif memadai. Bantuan diarahkan kepada mereka yang memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan pemerintah.
Multivitamin dan Masker KN95 untuk Warga Terdampak Kabut Asap
Selain bahan pangan, pemerintah membagikan multivitamin dan masker KN95. Pembagian itu menyasar risiko paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung beberapa bulan di Kalimantan Tengah.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyebut kebersamaan, sikap saling menghormati, dan toleransi antarumat beragama sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis. Pemerintah, katanya, hadir melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang sosial.
"Pemerintah adalah pelayan masyarakat. Karena itu, pemerintah harus hadir untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat dan memastikan program serta bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tutur gubernur.
Pendataan Penerima dan Program Kartu Huma Betang
Agustiar menekankan penyaluran bantuan sosial dilakukan secara adil, transparan, dan tepat sasaran. Pendataan penerima manfaat harus rapi agar bantuan diterima warga yang memenuhi kriteria.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden menyampaikan kegiatan menyapa masyarakat dan penyaluran bantuan merupakan bagian dari upaya pemerintah menjangkau kabupaten dan kota. Sekda juga memaparkan program prioritas Kartu Huma Betang, yang memberi dukungan bantuan pangan, bantuan sosial, layanan kesehatan, pendidikan, dan bidang lain sesuai ketentuan program.
Warga yang berminat diimbau mengikuti informasi pendaftaran melalui kanal resmi pemerintah dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Setiap calon penerima akan melalui proses pendataan dan verifikasi sesuai persyaratan yang berlaku.
Ruang Oksigen Gratis dari GPIB untuk Warga
Pendeta Kailany M. Lahulima mengungkapkan kabut asap karhutla menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Majelis Sinode GPIB menyediakan fasilitas ruang oksigen yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis bagi yang membutuhkan.
Kailany mengajak seluruh pihak memperkuat kepedulian, kerja sama, dan doa bagi pemerintah serta masyarakat dalam menghadapi dampak karhutla. Ia berharap cuaca membaik dan hujan turun sehingga kabut asap segera teratasi.
Kegiatan di Gereja Ebeneser dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, jajaran pejabat Pemprov Kalteng, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Lohing Simon dan Yohannes Freddy Ering, para pendeta, perwakilan denominasi gereja, serta masyarakat dan jemaat.