KALIMANTAN TENGAH — Asian Games 2026 resmi berakhir setelah upacara penutupan digelar di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Jepang, Minggu (4/10) sore waktu Indonesia. Perhelatan multi-event terbesar Asia itu menutup rangkaian kompetisi yang berlangsung sejak pembukaan, dengan Nagoya dan Prefektur Aichi sebagai tuan rumah.
Nagoya dan Prefektur Aichi tampil sebagai tuan rumah edisi kali ini. Sejumlah atlet dari berbagai negara yang bertanding sepanjang gelaran hadir dalam prosesi penutupan tersebut.
Arigato Aichi Nagoya Jadi Tema Perpisahan
Ungkapan terima kasih dalam bahasa Jepang, arigato, mewarnai momen perpisahan Asian Games 2026. Nagoya dan Aichi menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen yang telah berpartisipasi sepanjang perhelatan.
Upacara penutupan menjadi penanda resmi bahwa status tuan rumah berpindah dari Jepang. Sejumlah prosesi khas Asian Games, termasuk penyerahan simbol estafet, menjadi bagian dari rangkaian acara tersebut.
Nagoya dan Aichi Tuntaskan Tugas Sebagai Tuan Rumah
Prefektur Aichi dan Kota Nagoya menjalankan peran sebagai tuan rumah Asian Games edisi 2026. Berbagai venue pertandingan tersebar di kawasan tersebut selama gelaran berlangsung.
Stadion Paloma Mizuho dipilih sebagai lokasi utama upacara penutupan. Keputusan itu menutup rangkaian acara yang dimulai sejak upacara pembukaan beberapa waktu sebelumnya.
Jejak Asian Games 2026 bagi Kontingen Asia
Asian Games 2026 menjadi ajang bagi negara-negara Asia untuk mengukur kekuatan atletnya di berbagai cabang olahraga. Setiap kontingen membawa pulang hasil dari pertandingan yang dijalani sepanjang gelaran.
Penutupan di Nagoya mengakhiri masa tugas Jepang sebagai tuan rumah. Fokus berikutnya beralih ke persiapan edisi selanjutnya yang akan digelar di negara tuan rumah berikutnya.
Upacara penutupan berlangsung singkat namun khidmat. Sorotan kamera AFP dan Reuters mengabadikan momen terakhir Asian Games 2026 sebelum lampu stadion padam.