Seekor buaya sepanjang kurang lebih dua meter muncul ke permukaan di tengah Sungai Kapuas, tepatnya di depan dermaga penyeberangan kapal feri Jalan Mawar Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/10) pagi. Kemunculan reptil itu terekam dalam video warga dan langsung memicu imbauan kewaspadaan bagi nelayan, pengguna kelotok, hingga penumpang feri yang melintas di kawasan tersebut. BPBD Kabupaten Kapuas meminta warga tidak menangkap atau membunuh buaya itu, melainkan melaporkan keberadaannya ke pihak berwenang.
KUALA KAPUAS — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, membenarkan kemunculan buaya tersebut berdasarkan rekaman video yang beredar di kalangan warga. Menurut dia, panjang satwa itu diperkirakan mencapai dua meter.
Rekaman itu memperlihatkan buaya berenang dan beberapa kali muncul ke permukaan air sebelum kembali mengikuti arus sungai. Warga di sekitar dermaga mengamati pergerakan hewan tersebut dari jarak aman.
Lokasi Kemunculan Dekat Aktivitas Penyeberangan
Dermaga feri Jalan Mawar merupakan salah satu titik penyeberangan tersibuk di Kuala Kapuas. Sungai Kapuas sendiri masih menjadi jalur transportasi utama warga, termasuk untuk penyeberangan menggunakan kapal feri.
Karena itu, kemunculan buaya di titik tersebut dinilai berisiko bagi keselamatan pengguna jasa penyeberangan maupun warga yang beraktivitas di bantaran sungai.
Imbauan BPBD: Jangan Tangkap atau Bunuh Buaya
Pangeran S. Pandiangan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya mereka yang beraktivitas di sekitar bantaran Sungai Kapuas. Nelayan, pengguna kelotok, dan warga yang tinggal di tepi sungai diminta memperhatikan kondisi perairan.
Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu konflik dengan satwa liar. Jika kembali melihat buaya, warga diminta tidak mencoba menangkap, mengejar, mengusir, atau membunuh satwa tersebut secara langsung.
"Masyarakat dapat melaporkan keberadaannya kepada pihak berwenang, agar dapat dilakukan pemantauan dan penanganan sesuai prosedur," kata Pangeran S. Pandiangan.
Bukan Kemunculan Pertama di Sungai Kapuas
Kemunculan buaya di Sungai Kapuas bukan kali pertama terjadi. Kondisi sungai yang menjadi habitat berbagai jenis satwa air memungkinkan buaya sewaktu-waktu muncul ke permukaan atau bergerak mendekati kawasan dengan aktivitas manusia tinggi.
Warga yang berada di sekitar dermaga sempat mengingatkan masyarakat lain agar tidak mendekati sungai, terutama untuk aktivitas di tepi maupun turun langsung ke perairan.
Hingga kemunculan terbaru ini, belum ada laporan korban maupun insiden akibat keberadaan buaya tersebut. Pemantauan di kawasan dermaga dan bantaran Sungai Kapuas tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan lanjutan.