PALANGKA RAYA — Bambang Irawan menilai setiap desa di Kalimantan Tengah memiliki karakteristik dan keunggulan berbeda, sehingga pengembangannya perlu disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah. Pemetaan potensi yang tepat, kata dia, membantu menentukan sektor usaha mana yang paling layak dikembangkan.
Potensi itu bisa datang dari pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, hingga usaha mikro yang dikelola warga setempat. "Kalaupun pengembangan potensi desa perlu dilakukan melalui perencanaan yang matang agar sumber daya yang tersedia dapat memberikan manfaat ekonomi," ujar Bambang, Kamis (22/10/2026).
Bambang menyoroti sektor usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai salah satu kekuatan ekonomi desa. Lewat pembinaan dan pendampingan, pelaku usaha lokal diharapkan mampu menaikkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Pemanfaatan teknologi digital dinilai bisa membantu warga memperkenalkan produk unggulan ke konsumen yang lebih luas. Media sosial dan platform digital menjadi pilihan untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
"Bukan mengubah dan mengandalkan sumber daya alam, pengembangan kemampuan masyarakat juga menjadi faktor penting. Warga perlu mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dalam mengolah produk, mengelola usaha, dan memanfaatkan peluang pasar," tambahnya.
Selain pemasaran, ketersediaan infrastruktur pendukung perlu diperhatikan. Akses jalan, fasilitas produksi, dan sarana distribusi yang memadai membantu memperlancar kegiatan usaha masyarakat desa.
Bambang juga mengingatkan agar pengelolaan sumber daya desa memperhatikan kelestarian lingkungan. "Sekiranya pengelolaan sumber daya desa perlu memperhatikan kelestarian lingkungan. Pemanfaatan potensi lokal secara bijak penting dilakukan agar kegiatan ekonomi dapat terus berkembang tanpa mengabaikan keberlanjutan sumber daya alam," tuturnya.
Ia menekankan kolaborasi antara pemerintah desa, pelaku usaha, kelompok masyarakat, dan pihak terkait. Kerja sama itu diharapkan mendorong kegiatan ekonomi yang lebih produktif di tingkat desa.
Menurut Bambang, desa yang mengembangkan potensinya secara konsisten dapat membuka peluang kerja bagi warga setempat. Berkembangnya usaha lokal diharapkan memberi tambahan pendapatan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan pada kesempatan kerja di luar daerah.
Keterlibatan warga dalam merencanakan dan menjalankan kegiatan ekonomi menjadi bagian penting membangun desa yang lebih mandiri. Peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat pelatihan dan pendampingan turut berperan dalam kemajuan ekonomi desa.
"Tadi melalui pengembangan potensi desa, diharapkan perekonomian masyarakat di Kalimantan Tengah semakin kuat dan merata. Pemanfaatan sumber daya lokal, peningkatan keterampilan warga, serta dukungan infrastruktur dan pemasaran menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," pungkas Bambang.