KALIMANTAN TENGAH — Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan tidak ada tempat bagi ego dan status bintang di skuad Garuda. Ia menyebut proses menghapus ego pribadi, suara berisik, hingga mengikis status superstar dan jumlah pengikut media sosial sudah dimulai demi satu misi besar: lolos ke Piala Dunia.
Herdman menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara dengan CNNIndonesia TV, Kamis (8/10). Ia menilai ego dalam diri pemain bisa mengaburkan target besar Timnas Indonesia yang bergerak bertahap menuju prestasi tertinggi.
Menurut Herdman, sifat egois tidak boleh ada dalam diri pemain mana pun. Sebab, ambisi pribadi berpotensi mengganggu konsentrasi kolektif tim yang sedang membangun fondasi menuju Piala Dunia.
"Kami sudah mulai menghapus ego pribadi. Kami juga sudah mulai menghapus suara berisik serta mengikis status bintang dan jumlah pengikut media sosial," kata Herdman.
Pernyataan Herdman menyasar langsung budaya popularitas yang melekat pada pemain Timnas Indonesia. Status bintang dan besarnya pengikut di media sosial disebutnya sebagai hal yang perlu dihilangkan agar fokus pemain kembali ke lapangan.
Pendekatan ini menandai gaya kepemimpinan Herdman yang menekankan kesetaraan di ruang ganti. Semua pemain, terlepas dari nama besar atau jumlah pengikut, dituntut menempatkan kepentingan tim di atas segalanya.
Herdman menyebut perjalanan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia harus ditempuh tahap demi tahap. Menghapus ego menjadi salah satu prasyarat agar proses pembangunan tim berjalan tanpa gangguan dari ambisi individu.
Dengan skuad yang kian dihuni pemain berkarier di luar negeri, tantangan menjaga kekompakan memang nyata. Herdman ingin memastikan tidak ada sekat antar pemain yang bisa merusak chemistry di dalam maupun luar lapangan.