PANGKALAN BUN — Evakuasi berlangsung Kamis (8/10/2026) sore, ketika tim menemukan Bara di kawasan Km 8 Mendawai Seberang. Orang utan jantan berbobot 56 kilogram itu langsung dibawa ke kantor SKSDA Wilayah II Pangkalan Bun begitu proses penyelamatan selesai.
Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Balai KSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, membenarkan penyelamatan tersebut. Menurut dia, tim gabungan bergerak cepat setelah menerima laporan keberadaan satwa di area terbakar.
Pemeriksaan awal petugas menemukan luka ringan pada telapak tangan dan kaki Bara. Luka itu diduga akibat paparan api dan asap karhutla yang melanda kawasan hutan di Kotawaringin Barat.
"Berdasarkan pemeriksaan awal petugas, Bara mengalami luka ringan pada telapak tangan dan kaki," kata Handi.
Meski tergolong ringan, kondisi Bara tetap dipantau intensif. Petugas belum memutuskan langkah penanganan berikutnya, termasuk apakah satwa tersebut akan menjalani perawatan lanjutan atau dilepas kembali ke habitatnya.
Kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Barat kembali meluas dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi itu memaksa satwa liar keluar dari habitat dan masuk ke area yang lebih dekat dengan permukiman warga.
Orang utan termasuk spesies yang paling rentan terdampak karhutla. Selain kehilangan pohon sebagai tempat hidup dan sumber pakan, satwa ini juga berisiko mengalami luka bakar serta gangguan pernapasan akibat asap.
Penyelamatan Bara melibatkan Tim Rescue SKSDA Wilayah II Pangkalan Bun bersama organisasi konservasi OF-UK. Kedua pihak bergerak bersama sejak laporan diterima hingga proses evakuasi tuntas.
"Tim Rescue SKSDA Wilayah II bersama OF-UK telah berhasil mengevakuasi satu individu orang utan," ujar Handi.
Bara saat ini ditempatkan di Kantor SKSDA Wilayah II Pangkalan Bun. Petugas akan terus memantau kondisinya untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
"Bara kemudian diamankan di Kantor SKSDA Wilayah II Pangkalan Bun. Petugas akan memantau kondisi satwa tersebut untuk menentukan penanganan berikutnya," katanya.
Orang utan merupakan satwa dilindungi yang populasinya terus tertekan akibat alih fungsi lahan dan kebakaran hutan. Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah dengan populasi orang utan terbesar di Indonesia.
Evakuasi Bara menambah daftar panjang gangguan terhadap satwa liar akibat karhutla di provinsi ini. Penanganan karhutla dinilai belum menyentuh akar masalah, terutama praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai luas area karhutla terkini di Kotawaringin Barat maupun jumlah titik api yang terpantau.