Kabut Asap Karhutla Turunkan Kunjungan ke MPP Habaring Hurung Sampit 25 Persen

Penulis: Irfan Hakim  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:41:32 WIB
Kunjungan harian di MPP Habaring Hurung Sampit turun sekitar 25 persen imbas kabut asap karhutla.

Kunjungan masyarakat ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Habaring Hurung Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, turun sekitar 25 persen imbas kabut asap karhutla. Kepala DPMPTSP Kotim Diana Setiawan menyebut penurunan itu terjadi sejak awal September 2026, dengan kunjungan harian yang biasanya 300-400 orang kini berkurang seperempatnya.

SAMPIT — Penurunan kunjungan harian di MPP Habaring Hurung terlihat dari berkurangnya kendaraan yang parkir di halaman gedung pelayanan tersebut. Diana menyebut masyarakat dari luar Kota Sampit memilih menunda perjalanan ke pusat layanan selama kondisi udara memburuk.

Layanan administrasi kependudukan dari Disdukcapil menjadi jenis pelayanan yang paling terasa penurunannya. Selama ini layanan tersebut termasuk yang paling banyak diminati warga, terutama untuk pengurusan dokumen seperti kartu tanda penduduk (KTP).

Mengapa Warga Menunda Urusan ke MPP

Masyarakat cenderung menunda keperluan yang tidak bersifat mendesak ketika kualitas udara memburuk. Perjalanan dari desa atau kecamatan menuju pusat layanan di Kota Sampit pun menjadi pertimbangan tersendiri bagi warga.

"Kalau hasil pengecekan terakhir, berkurangnya sekitar 25 persen. Untuk kunjungan per hari rata-rata 300-400 orang, sekarang berkurang 25 persennya," kata Diana di Sampit, Jumat.

Diana menjelaskan kondisi ini sudah berlangsung sejak awal September 2026, seiring semakin pekatnya kabut asap akibat karhutla di sejumlah wilayah Kotim.

Layanan STNK Tak Terpengaruh Kabut Asap

Pola kunjungan layanan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) berbeda dari layanan lain. Diana menyebut layanan STNK ramai hanya pada momentum tertentu, terutama saat pemerintah menggelar program pemutihan pajak kendaraan.

"Kalau seperti STNK itu pada waktu tertentu saja ramainya, seperti ketika ada program pemutihan. Kalau hari biasa memang agak sepi, jadi ada atau tidak kabut asap pun sama," jelasnya.

Pendapatan Daerah Tidak Terdampak

Penurunan kunjungan tidak serta-merta berdampak pada pendapatan daerah Kotim. Sebab, layanan di MPP Habaring Hurung tidak seluruhnya berkaitan dengan penerimaan retribusi maupun pajak.

"Di situ banyak pelayanan lainnya, seperti BPJS, administrasi kependudukan dari Disdukcapil dan lainnya. Jadi, tidak semuanya berkaitan dengan retribusi atau pajak," sebut Diana.

Meski jumlah pengunjung menurun, operasional MPP Habaring Hurung tetap berjalan normal. Seluruh loket pelayanan tetap dibuka dan petugas menjalankan tugas seperti biasa.

"Kami dari sisi pelayanan berjalan seperti biasa saja. Setiap loket layanan tetap buka dan berjalan optimal," tegasnya.

Lonjakan Kunjungan Diperkirakan Setelah Asap Reda

Diana memperkirakan jumlah kunjungan akan kembali meningkat begitu kondisi kabut asap berangsur membaik. Warga yang sebelumnya menunda keperluan administrasi karena mempertimbangkan kondisi udara diperkirakan kembali mendatangi MPP.

Diana bahkan memprediksi pemulihan kondisi udara dapat diikuti lonjakan kunjungan akibat akumulasi masyarakat yang sebelumnya memilih menunda pengurusan dokumen.

"Malah kemungkinan setelah kabut asap ini akan terjadi lonjakan kunjungan, karena masyarakat yang sebelumnya menunda urusannya karena kabut asap, lalu akan melakukannya setelah kabut asap reda," demikian Diana.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top