Gubernur Kalteng Turun Langsung Salurkan Bantuan Karhutla dan KHBS di Palangka Raya, 500 KK Terdampak Terima Beras dan Minyak

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Selasa, 29 September 2026 | 09:31:31 WIB
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyalurkan bantuan pangan bagi warga terdampak karhutla di Palangka Raya, Senin.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyalurkan langsung bantuan pangan bagi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan serta bantuan Kartu Huma Betang Sejahtera di sejumlah titik di Kota Palangka Raya. Penyaluran dilakukan untuk memastikan warga yang berhak menerima tidak tumpang tindih dengan penerima bantuan lain. Di Kelurahan Langkai, sebanyak 500 kepala keluarga terdampak karhutla menerima bantuan beras dan minyak.

PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa penerima bantuan pangan karhutla dan Kartu Huma Betang Sejahtera harus didata secara tepat agar tidak ada penerimaan ganda. Warga yang sudah menerima KHBS tidak diperbolehkan kembali menerima bantuan pangan karhutla.

Penyaluran bantuan dilakukan di Jalan Marina Permai, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Senin. Gubernur juga menghadiri kegiatan serupa di Kelurahan Kereng Bangkirai dan Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut.

500 KK Terdampak Karhutla di Langkai Terima Beras dan Minyak

Lurah Langkai Muhamad Abidin menyebutkan, khusus di wilayahnya terdapat 500 kepala keluarga terdampak karhutla yang menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak. Sementara penerima KHBS tahap kedua di kelurahan itu tercatat 1.492 KK, dan bantuan telah disalurkan kepada 777 KK.

"Untuk bantuan pangan karhutla ada 500 kepala keluarga yang terdampak dan mendapatkan bantuan berupa beras serta minyak. Sedangkan KHBS tahap dua sebanyak 1.492 kepala keluarga dan yang sudah tersalurkan sebanyak 777 kepala keluarga," kata Abidin.

Jumlah penduduk Kelurahan Langkai mencapai 9.932 KK. Kelurahan bersama Ketua Rukun Tetangga terus melakukan pendataan agar masyarakat yang memenuhi kriteria dapat terakomodasi dalam program bantuan pemerintah.

Gubernur Minta Pendataan Libatkan RT dan Kelurahan

Agustiar menekankan bahwa pemberian bantuan tidak memandang agama, suku, dan ras. Warga yang berhak menerima wajib mendapatkannya, dan ia turun langsung untuk mengetahui siapa saja yang memenuhi kriteria.

"Saya tidak pandang agama, suku dan ras dalam memberikan bantuan ini. Yang jelas, warga saya yang berhak menerima wajib mendapatkannya. Makanya saya turun agar mengetahui warga saya yang berhak menerimanya," ujar Agustiar usai menyalurkan bantuan.

Menurut Gubernur, bantuan KHBS diberikan secara bertahap kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dalam satu tahun ini, bantuan tersebut telah disalurkan beberapa kali sesuai kondisi dan kebutuhan warga.

"Semoga apa yang sudah kami lakukan bermanfaat bagi warga yang benar-benar membutuhkan dalam kondisi seperti ini," kata Agustiar.

Pendataan Diperketat Hindari Bantuan Ganda

Abidin mengungkapkan bahwa pendataan menjadi penting untuk memastikan bantuan disalurkan tepat sasaran sekaligus menghindari warga yang menerima bantuan secara ganda. Pihak kelurahan akan menindaklanjuti arahan gubernur agar warga terdampak karhutla bisa menerima bantuan yang nantinya disalurkan.

"Bapak gubernur juga meminta kami pihak kelurahan dan RT untuk mendata warga kami, agar bisa ter-cover dalam bantuan pangan karhutla, terutama mereka yang terdampak karhutla," ujar Abidin.

Penyaluran bantuan pangan karhutla dan KHBS menyasar warga yang memenuhi kriteria penerima di sejumlah kelurahan di Kota Palangka Raya. Pendataan berjenjang dari tingkat RT hingga kelurahan menjadi kunci agar bantuan kebutuhan pokok dari pemerintah daerah sampai ke rumah tangga yang paling terdampak.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top