PANGKALAN BUN — Satuan Tugas Udara (Satgasud) Lanud Iskandar menyemai 800 kilogram natrium klorida (NaCl) atau garam ke wilayah sasaran Kabupaten Pulang Pisau dan Kotawaringin Timur. Pesawat Cessna 208 Caravan dengan registrasi PK-YNA diterbangkan pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 12.000 kaki, menyesuaikan kondisi atmosfer dan kebutuhan operasi.
Misi penerbangan dimulai dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin. Setelah menjalankan penyemaian, pesawat menuju Pangkalan Bun sebelum kembali ke Banjarmasin. Seluruh rangkaian penerbangan dilaporkan berlangsung aman dan lancar.
Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto selaku Dansatgasud Karhutla turut mengoordinasikan operasi udara tersebut. OMC dilakukan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang menjadi sasaran.
Penyemaian awan dilakukan berdasarkan kondisi atmosfer, potensi pertumbuhan awan, arah angin, titik panas, dan kebutuhan pembasahan wilayah rawan karhutla.
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Barat Samuel menyambut baik pelaksanaan OMC. Menurutnya, dukungan operasi udara menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, terutama saat kondisi kemarau meningkatkan risiko kebakaran.
OMC juga dilakukan bersamaan dengan penanganan karhutla dari darat. Upaya tersebut meliputi pemantauan titik panas, pemadaman, pembasahan lahan gambut, patroli, serta pengawasan wilayah rawan kebakaran.
Kombinasi operasi udara dan darat menyasar wilayah yang sama, yakni titik-titik yang terdeteksi memiliki potensi kebakaran tinggi. Pemantauan titik panas menjadi dasar penentuan lokasi penyemaian awan sebelum pesawat diterbangkan.