KALIMANTAN TENGAH — Perbandingan ini disusun dari data spesifikasi resmi kedua flagship non-foldable yang sudah beredar. Karena unit retail belum diuji langsung, catatan di bawah fokus pada apa yang bisa diverifikasi dari lembar spec dan bagaimana perbedaan itu berdampak ke pemakaian harian.
Kedua ponsel menyasar segmen yang sama: pengguna yang siap bayar mahal untuk kamera terbaik, layar besar, dan performa puncak. Tapi begitu spec dibedah satu per satu, terlihat keduanya tidak benar-benar bersaing head-to-head di semua lini.
Ini selisih paling gampang dirasakan tanpa perlu alat ukur. iPhone 18 Pro Max tercatat 249 gram dengan tebal 8,75 mm, sementara Galaxy S26 Ultra 214 gram dan 7,9 mm.
Angka 35 gram mungkin terdengar sepele sampai kamu pegang ponsel 6,9 inci satu tangan sambil rebahan. Selisih ketebalan 0,85 mm juga bikin Galaxy lebih nyaman masuk kantong jeans.
Materialnya beda karakter. iPhone pakai kombinasi aluminium dan kaca dengan sudut membulat. Galaxy memakai bodi kaca dengan garis desain lebih tegas. Selera, bukan soal benar-salah.
Keduanya pakai panel 6,9 inci dengan refresh rate 120Hz. Di atas kertas, Galaxy menang resolusi: 3.120 x 1.440 piksel melawan 2.868 x 1.320 piksel di iPhone.
Selisih ini nyaris tidak terlihat di pemakaian sehari-hari. Sebaliknya, iPhone unggul di kecerahan puncak: 3.000 nits versus 2.600 nits pada Galaxy.
Praktisnya, iPhone lebih nyaman dibaca di bawah matahari terik. Galaxy menambahkan S Pen yang tersimpan di dalam bodi, fitur yang tidak dimiliki iPhone dan berguna untuk catatan cepat atau sketsa.
Di sinilah kedua ponsel benar-benar berpisah jalur. iPhone 18 Pro Max mempertahankan tiga kamera belakang — wide, ultra-wide, dan telefoto — semuanya sensor 48 MP.
Yang baru: kamera utama iPhone kini pakai variable aperture. Aperture bisa diatur mekanis, memberi kontrol lebih besar atas cahaya masuk dan depth of field. Ini pendekatan yang biasanya cuma ada di kamera dedicated.
Galaxy S26 Ultra main di angka dan fleksibilitas zoom. Kamera utama 200 MP, ultra-wide 50 MP, plus dua telefoto terpisah untuk zoom optik 3x dan 5x.
iPhone hanya punya satu telefoto di 4x. Untuk pengguna yang sering memotret dari jauh, dua lensa telefoto Galaxy memberi lebih banyak opsi framing tanpa kehilangan kualitas.
Soal video, iPhone mendukung 4K hingga 120fps, HDR, dan Dolby Vision. Galaxy bisa merekam sampai 8K, tapi resolusi setinggi itu masih lebih sering jadi fitur tambahan ketimbang kebutuhan harian.
iPhone 18 Pro Max memakai chip A20 Pro dengan fabrikasi 2nm. Galaxy S26 Ultra mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 di 3nm.
Menariknya, Snapdragon 8 Elite Gen 5 dilaporkan bisa mengungguli A19 Pro di sejumlah pengujian. Tapi A20 Pro adalah generasi baru, jadi hasil sebenarnya baru bisa dinilai setelah benchmark dunia nyata keluar.
Soal RAM, Galaxy lebih fleksibel dengan opsi 12GB atau 16GB tergantung konfigurasi penyimpanan. iPhone 18 Pro Max seragam 12GB di semua varian.
Kapasitas keduanya berada di kisaran 5.000 mAh. Galaxy S26 Ultra resmi 5.000 mAh dengan pengisian cepat 60W, wireless 25W, dan reverse wired charging 4,5W.
iPhone 18 Pro Max sedikit lebih besar di atas kertas: 5.391 mAh untuk versi Nano SIM, dan 5.567 mAh untuk model eSIM-only. Perbedaan ini kemungkinan karena ruang yang dipakai tray SIM.
Klaim charging-nya identik: 0 sampai 50 persen dalam sekitar 15 menit dengan charger 60W. Perlu diingat, klaim pabrikan sering meleset di kondisi nyata, terutama saat layar menyala.
Apple masih setia pada Face ID sebagai sistem biometrik utama. Galaxy S26 Ultra memakai pemindai sidik jari di dalam layar.
Dua pendekatan beda karakter. Face ID praktis saat tangan basah atau pakai sarung tangan, tapi kurang nyaman kalau ponsel di atas meja. Fingerprint lebih fleksibel untuk skenario meja, tapi bermasalah kalau jari lembap.
iPhone 18 Pro Max:
Galaxy S26 Ultra:
Kalau prioritasmu fotografi dengan kontrol manual, layar paling terang, dan kamu sudah nyaman di ekosistem Apple, iPhone 18 Pro Max adalah pilihan yang masuk akal. Variable aperture adalah pembeda yang tidak dimiliki flagship Android mana pun saat ini.
Tapi kalau kamu sering memotret objek jauh, butuh S Pen untuk produktivitas, dan tidak tahan membawa ponsel 249 gram seharian, Galaxy S26 Ultra lebih masuk akal. Selisih 35 gram itu terasa, terutama setelah sejam dipakai scrolling.
Keduanya sama-sama flagship lengkap. Tidak ada yang benar-benar kalah — yang ada cuma mana yang cocok dengan kebiasaanmu. Sebelum memutuskan, tunggu benchmark A20 Pro dan hasil uji baterai real-world keluar, karena di situlah biasanya pabrikan paling sering melebih-lebihkan klaim.