Pemerintah Kabupaten Barito Timur menggelar Salat Istisqa di halaman kantor bupati di Tamiang Layang, Selasa, sebagai ikhtiar bersama meminta turunnya hujan di tengah kemarau yang telah berlangsung lebih dari dua bulan. Bupati Barito Timur M. Yamin memimpin langsung doa bersama yang dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, hingga tokoh masyarakat.
TAMIANG LAYANG — Ratusan warga dan jajaran pemerintahan Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, khusyuk mengikuti Salat Istisqa di halaman kantor bupati setempat, Selasa. Kegiatan ini menjadi ikhtiar kolektif menghadapi kemarau panjang yang memicu kekeringan, kabut asap, serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.
Salat yang diimami H Ahmad Gazali dengan Bilal Muhammad Misrani dan Khatib H Khairani itu dihadiri langsung Bupati Barito Timur M. Yamin. Turut hadir Ketua DPRD Barito Timur Nursulistio, jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, tokoh agama, hingga berbagai elemen masyarakat.
Yamin menjelaskan, rangkaian ibadah ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah daerah bersama masyarakat merespons kondisi cuaca yang tidak menentu. Kemarau yang berkepanjangan mulai terasa dari berkurangnya debit air bersih, munculnya kabut asap, hingga meningkatnya risiko kebakaran lahan di sejumlah titik.
"Pelaksanaan Salat ini menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau, yang telah berlangsung lebih dari dua bulan," kata Yamin usai salat.
Pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan doa. Berbagai langkah teknis telah dijalankan, termasuk upaya modifikasi cuaca untuk memicu turunnya hujan. Kabar baik datang sehari sebelumnya ketika hujan sempat mengguyur sejumlah wilayah, meski belum merata.
Salat Istisqa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dan mencegah karhutla. Yamin berharap hujan segera turun secara merata agar kebakaran lahan dapat dipadamkan dan ketersediaan air bersih kembali normal.
"Dengan doa dan berbagai langkah penanganan yang dilakukan pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat, diharapkan hujan segera turun secara merata, sehingga karhutla dapat dipadamkan dan kondisi lingkungan serta ketersediaan air bersih masyarakat kembali normal," demikian Yamin.