Antrean SPBU di Palangka Raya Masih Panjang, Warga Khawatir Harga Pertalite Eceran Tembus Rp 15 Ribu Lagi

Penulis: Joko Purnomo  •  Selasa, 08 September 2026 | 15:17:01 WIB
Warga mengantre untuk membeli Pertalite di sebuah SPBU di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (7/9/2026).

PALANGKA RAYA — Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menegaskan bahwa stok Pertalite di seluruh SPBU di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu masih aman. Namun, ia mengakui antrean panjang yang terjadi beberapa hari terakhir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.

Pemerintah kota belum berencana mengintervensi harga jual Pertalite di tingkat pengecer. Keputusan itu belum dibahas secara khusus di lingkungan eksekutif.

“Untuk Kota Palangka Raya belum kita rapatkan dan belum ada arahan dari Pak Wali Kota. Sampai saat ini memang Pertalite kita cukup di SPBU-SPBU,” ujar Achmad Zaini di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (7/9/2026).

Pemicu Kekhawatiran Harga Eceran Kembali Naik

Kekhawatiran warga muncul lantaran antrean panjang dinilai membuka peluang sebagian masyarakat beralih membeli BBM dari pengecer. Praktik ini biasanya berujung pada kenaikan harga di luar ketentuan resmi.

Sebelumnya, harga Pertalite di sejumlah pengecer sempat dilaporkan menembus sekitar Rp 15 ribu per liter. Angka itu jauh di atas harga resmi di SPBU yang saat ini dipatok Rp 10 ribu per liter.

Pemkot Fokus Urai Antrean, Bukan Atur HET

Achmad menyebut pemerintah kota belum memiliki rencana untuk menetapkan HET bagi penjualan Pertalite di luar SPBU. Ia beralasan, selama stok di SPBU tersedia, masyarakat masih punya akses mendapatkan BBM dengan harga resmi.

“Kalau untuk yang dijual-jual di eceran, sampai saat ini memang kita belum mengatur HET-nya. Karena Pertalite masih ada dan cukup,” katanya.

Warga Diminta Beli Langsung di SPBU

Pemkot mengimbau masyarakat tidak menjadikan harga di tingkat pengecer sebagai indikator utama ketersediaan BBM. Achmad meminta warga bersabar mengantre demi mendapatkan harga sesuai ketentuan pemerintah.

“Jangan dibalik-balik. Pertalite di SPBU cukup, kecuali kalau kosong. Jadi kita fokus sekarang itu adalah ketersediaan BBM Pertalite di SPBU. Masyarakat kalau ingin harga murah ya ke SPBU,” tegasnya.

Pemerintah kota kini dihadapkan pada tantangan mengurai antrean agar akses masyarakat terhadap BBM bersubsidi tetap mudah. Jika antrean terus berlangsung, ketergantungan warga terhadap pengecer berpotensi meningkat dan kembali mendorong harga eceran melambung.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: zonakota.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top