KALIMANTAN TENGAH — Keputusan perpanjangan ini diambil demi mengutamakan keselamatan penerbangan di tengah kondisi sebaran abu vulkanik yang masih dinamis. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pihaknya belum bisa memastikan kapan bandara-bandara tersebut akan kembali beroperasi normal.
"Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG. Jadi kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena cuaca terlalu dinamis," ujar Dudy dalam keterangan resmi, Minggu malam (6/9).
Selain Soekarno-Hatta, otoritas penerbangan juga menutup sementara operasional sejumlah bandara lain di Pulau Jawa dan Sumatra. Berikut daftar lengkapnya:
Penutupan ini berpotensi mengganggu jadwal penerbangan dan mobilitas penumpang di wilayah barat Indonesia, khususnya rute-rute yang terhubung ke Jakarta dan Lampung.
Kemenhub tidak tinggal diam. Sepanjang penutupan, otoritas bandara melakukan pengawasan ketat terhadap pergerakan abu vulkanik. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah paper test setiap 30 menit sekali di seluruh bandara yang terdampak.
Metode ini digunakan untuk mengukur tingkat kepadatan abu di udara dan menentukan apakah sebarannya semakin melebar atau justru berkurang. Hasil tes ini menjadi acuan utama bagi Kemenhub untuk mengambil keputusan selanjutnya.
Dudy menambahkan, ketika kondisi dinyatakan normal dan bandara resmi dibuka, maskapai tidak serta-merta langsung menerbangkan pesawatnya. Ada prosedur pemeriksaan ketat yang wajib dilakukan untuk memastikan tidak ada partikel debu yang menyusup ke dalam mesin pesawat.
"Biasanya semua airlines sudah menyiapkan. Kalau ada apa-apa, jika harus menginap, mereka akan tutup mesinnya. Itu pun nanti kalau misalnya (bandara) sudah buka, mereka harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum beroperasi untuk memastikan tidak ada debu di mesin," pungkasnya.
Langkah ini ditempuh sebagai bentuk antisipasi dini terhadap risiko kerusakan mesin yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Hingga berita ini diturunkan, status penutupan masih berlaku dan masyarakat diimbau untuk memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing terkait perubahan jadwal.