Marak Pencurian di Kotawaringin Timur, Kicau Mania di Sampit Jadi Sasaran Baru Komplotan Spesialis Burung

Penulis: Irfan Hakim  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 23:21:01 WIB
Pelaku pencurian burung kicauan di Sampit beraksi pada malam hari dengan menyasar kandang terbuka.

SAMPIT — Fenomena pencurian yang tengah meningkat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini merambah ke kalangan kicau mania. Rumah-rumah warga yang memelihara burung kicauan bernilai ekonomis tinggi di kawasan Sampit menjadi target operasi para pelaku.

Modus Pelaku: Gasak Burung Saat Pemilik Terlelap

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pelaku biasanya beraksi pada malam hingga dini hari. Mereka masuk ke area kandang atau teras rumah yang menjadi tempat menggantung sangkar burung. Dalam sepekan terakhir, setidaknya tiga laporan warga hilangnya burung kicauan diterima pihak kepolisian.

Seorang penghobi burung di Kelurahan Mentawa Baru Hilir mengaku kehilangan dua ekor murai batu dalam satu malam. Kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah. “Saya baru sadar pagi hari, kandang sudah kosong. Padahal burung itu rutin saya ikutkan lomba,” ujarnya.

Kerugian Ekonomi dan Keresahan Warga

Serangan terhadap kicau mania bukan hanya soal kehilangan hewan peliharaan, melainkan pukulan ekonomi. Harga burung kicauan berkualitas lomba bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah per ekor. Bagi warga yang mengandalkan omzet dari lomba atau penjualan anakan, aksi ini langsung memangkas pendapatan.

Kondisi ini memicu keresahan di kalangan komunitas. Sejumlah pemilik mulai mengamankan burung mereka dengan memindahkan kandang ke dalam rumah atau memasang kunci tambahan. Beberapa warga bahkan bergiliran ronda malam di lingkungan permukiman padat penduduk.

Apa Langkah Polisi Selanjutnya?

Kapolres Kotawaringin Timur melalui Kasat Reskrim mengakui adanya peningkatan laporan pencurian dengan sasaran barang berharga, termasuk burung. Pihaknya telah mengerahkan tim untuk melakukan penyelidikan di sejumlah titik rawan. “Kami imbau warga untuk lebih waspada dan segera melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan,” kata perwakilan Satreskrim Polres Kotim.

Polisi juga mengingatkan agar warga tidak ragu memasang CCTV di area strategis rumah. Langkah preventif ini dinilai efektif untuk membantu proses identifikasi pelaku jika terjadi aksi serupa di kemudian hari. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tersangka yang berhasil diamankan.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: radarsampit.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top