KALIMANTAN TENGAH — Lebih dari setengah dekade sejak generasi saat ini meluncur, Hyundai i20 akhirnya mendapat penyegaran penuh. Sebuah prototipe beratap tinggi tertangkap kamera tengah menjalani uji coba di Eropa, memperlihatkan pendekatan desain yang sepenuhnya baru untuk hatchback subkompak ini.
Perubahan paling mencolok dari generasi baru i20 hadir pada proporsi bodi. Windshield, pilar A, dan garis atap kini menyatu membentuk sudut tajam, mirip dengan yang diterapkan pada Santa Fe generasi terbaru dan model mungil Casper/Inster. Atap yang landai terus meruncing ke arah belakang, memberikan kesan kokoh.
Sayangnya, bagian depan prototipe masih tertutup rapat oleh kamuflase hitam. Namun, dari gambar tahun lalu, terlihat bahwa i20 baru akan mengadopsi gril besar berwarna hitam pekat, dipadukan dengan light bar LED dan daytime running light yang lebih tajam. Lampu utama juga didesain ulang total. Di bagian belakang, meski masih tersamar, bentuk lampu belakang jelas berbeda dari model saat ini.
Langkah Hyundai membawa DNA desain SUV andalannya ke segmen hatchback bukan tanpa alasan. Garis atap yang lebih kotak secara tradisional memberikan ruang kepala lebih lega bagi penumpang belakang dan meningkatkan kapasitas bagasi. Ini menjadi nilai jual krusial di segmen subkompak yang sangat kompetitif, di mana ruang kabin sering menjadi faktor penentu pembelian.
Selain itu, desain ini memberi identitas visual yang kuat. Di tengah tren crossover yang mendominasi, Hyundai ingin i20 tetap tampil segar dan berbeda. Pendekatan ini juga sukses diterapkan pada Casper/Inster yang diminati di pasar global.
Kabar paling menarik datang untuk para penggemar performa. i20 N generasi baru dipastikan tetap menggunakan mesin 1.6 liter turbo bensin empat silinder yang sudah terbukti tangguh. Namun, Hyundai akan menambahkan motor listrik kecil dan paket baterai untuk membentuk sistem hybrid.
Kombinasi ini bertujuan meningkatkan tenaga total sekaligus menekan emisi karbon, memenuhi regulasi lingkungan yang semakin ketat di Eropa. Konsekuensinya, transmisi manual enam percepatan kemungkinan besar akan dihapuskan. Sistem hybrid biasanya hanya kompatibel dengan transmisi otomatis atau dual-clutch, yang sayangnya mengurangi sensasi kontrol penuh ala pengemudi.
Untuk pertama kalinya, i20 juga akan tersedia dalam varian listrik murni. Meski demikian, Hyundai diperkirakan tidak akan menggunakan platform E-GMP premium milik lini Ioniq. Sebagai gantinya, i20 EV kemungkinan mengusung sistem 400 volt dengan kecepatan pengisian yang lebih rendah. Keputusan ini diambil untuk menjaga harga jual tetap terjangkau, sesuai dengan posisi i20 di segmen entry-level.
Belum ada tanggal pasti peluncuran dari Hyundai. Mengingat prototipe masih dalam tahap uji coba berat, publikasi otomotif memperkirakan debut dunia i20 generasi baru akan terjadi pada akhir 2025 atau awal 2026. Untuk pasar Indonesia, model ini masih menjadi kandidat kuat mengingat popularitas segmen hatchback di Tanah Air.