PALANGKARAYA — Tiga komoditas utama memicu kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalimantan Tengah pada Mei 2026: beras, solar, dan bahan bakar rumah tangga. Berdasarkan data BPS, IHK naik dari 111,97 pada April menjadi 112,35 pada Mei. Inflasi tahunan (year-on-year) tercatat 4,56 persen, sementara inflasi tahun kalender hingga Mei mencapai 2,15 persen.
Beras menjadi komoditas yang paling membebani kantong warga. BPS mencatat komoditas ini menyumbang inflasi bulanan sebesar 0,08 persen. Dalam setahun terakhir, andil beras terhadap inflasi tahunan mencapai 0,59 persen—sama besarnya dengan emas perhiasan. Maria menjelaskan, stok beras lokal terbatas karena sebagian wilayah Kalteng belum memasuki masa panen pada Mei lalu.
"Fenomena yang mempengaruhi inflasi Mei 2026 antara lain adanya berbagai hari besar keagamaan, ketegangan geopolitik, serta terbatasnya stok beras lokal karena belum memasuki masa panen," ujar Maria saat menyampaikan rilis BPS, Selasa (2/6/2026).
Kelompok transportasi memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan, yaitu 0,17 persen. Solar dan bahan bakar rumah tangga masing-masing menyumbang 0,07 persen, sementara angkutan udara menyumbang 0,04 persen. BPS menilai ketegangan geopolitik global turut memengaruhi distribusi dan harga energi di daerah.
Kenaikan harga energi berdampak langsung pada biaya logistik dan mobilitas warga. Di Palangkaraya dan tiga kabupaten/kota lain yang menjadi daerah pemantauan, tarif angkutan umum dan harga BBM eceran mulai merangkak naik sejak awal Mei.
BPS memantau IHK di empat kabupaten/kota: Palangkaraya, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Kapuas. Secara bulanan, tiga daerah mengalami inflasi, sementara Kabupaten Kapuas justru mencatat deflasi. Namun secara tahunan, seluruh kabupaten/kota di Kalteng mengalami inflasi.
Maria menambahkan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan andil mencapai 2,69 persen. Selain beras dan emas perhiasan, komoditas lain yang ikut menekan inflasi tahunan adalah ikan nila (0,23 persen), minyak goreng (0,15 persen), dan sigaret kretek mesin (0,14 persen).
BPS mewaspadai tren kenaikan harga yang berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan. Terbatasnya pasokan beras lokal menjadi faktor kritis, mengingat sebagian besar konsumsi rumah tangga di Kalteng masih bergantung pada beras. Maria mengingatkan, jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa semakin menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Apa penyebab utama inflasi Kalteng Mei 2026?
Penyebab utamanya adalah kenaikan harga di kelompok transportasi (0,17 persen) dan beras (0,08 persen), ditambah faktor musiman hari besar keagamaan serta terbatasnya stok beras lokal.
Berapa besar inflasi tahunan Kalimantan Tengah?
Inflasi tahunan (year-on-year) Kalteng per Mei 2026 mencapai 4,56 persen, dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebagai penyumbang terbesar.
Apakah semua daerah di Kalteng mengalami inflasi?
Tidak. Secara bulanan, tiga dari empat daerah pemantauan mengalami inflasi, sementara Kabupaten Kapuas justru mencatat deflasi. Namun secara tahunan, seluruh daerah amatan mengalami inflasi.