PALANGKA RAYA — Program 'English Hours' yang berlangsung sejak 18 April 2026 ini dirancang sebagai wadah belajar bahasa Inggris yang santai dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Ketua Tim Pengabdi FKIP UPR Prodi Bahasa Inggris Susan Ira Nova mengatakan, kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Kalimantan Tengah merupakan langkah tepat untuk memadukan literasi membaca dengan praktik berbahasa.
"Kami menyadari bahasa Inggris adalah kunci penting untuk membuka banyak peluang di masa depan. Maka dengan English Hours, kami ingin menghadirkan lingkungan belajar yang santai, bebas tekanan dan bisa diakses oleh siapa saja," terang Susan di Palangka Raya, Selasa.
Sejak diluncurkan, program ini sudah menghadirkan berbagai aktivitas kreatif menggunakan bahasa Inggris, di antaranya mewarnai gambar, memasak, dan bermain games informatif. Kegiatan edukatif dan interaktif ini diselenggarakan secara rutin di Perpustakaan Kalimantan Tengah di Jalan AIS Nasution Nomor 11 Palangka Raya.
Susan melibatkan tiga mahasiswa Prodi Bahasa Inggris sebagai koordinator lapangan, yakni Noor Wasilah, Anisa Dear Berutu, dan Ahmad Fahrezi. Mereka bertugas mengatur jalannya sesi belajar bersama native speaker setiap pekan.
Salah seorang pengunjung, Onasis, mengaku program ini sangat membantu karena menantangnya untuk berani berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan orang lain maupun penutur asli. "Harapannya kegiatan ini tidak berhenti di sini saja tapi harus terus berlanjut," tuturnya.
Kepala Dispursip Kalimantan Tengah Adiah Chandra Sari memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, perpustakaan terbuka luas bagi semua pihak yang memiliki semangat sama dalam meningkatkan literasi, termasuk literasi berbahasa Inggris.
"Kami memberi dukungan penuh terhadap kolaborasi ini dan diharap sinergi antara akademisi dan perpustakaan daerah ini terus berlanjut, memberi dampak positif yang nyata bagi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM)," jelasnya.
Program ini memberikan akses gratis bagi siapa saja yang ingin berlatih bahasa Inggris dengan native speaker langsung, tanpa harus mengeluarkan biaya kursus. Peserta juga bisa memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah secara bersamaan, sehingga literasi membaca dan praktik berbahasa bisa berjalan beriringan.
Dengan lokasi di pusat kota Palangka Raya, program ini diharap tidak hanya mengasah kemampuan komunikasi bahasa Inggris peserta, tetapi juga menarik lebih banyak masyarakat berkunjung dan memanfaatkan fasilitas Perpustakaan Kalimantan Tengah.