Toyota Hentikan Pengembangan Lexus LF-ZC, Mobil Listrik Mewah Masa Depan Batal Meluncur

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 22:35:01 WIB
Toyota resmi hentikan pengembangan mobil listrik mewah Lexus LF-ZC sebelum masuk produksi massal.

KALIMANTAN TENGAH — Kabar ini pertama kali diungkap oleh media Jepang, Nikkei. Toyota memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek LF-ZC ke tahap produksi massal. Padahal, konsep mobil ini sempat dipamerkan di Japan Mobility Show 2023 dan dijadwalkan meluncur tahun ini, sebelum akhirnya mundur ke pertengahan 2027.

Keputusan ini mengejutkan karena LF-ZC bukan sekadar model biasa. Toyota berencana memproduksinya dengan teknologi gigacasting—cetakan raksasa yang membagi bodi mobil jadi tiga bagian untuk menekan biaya. Baterai prismatik berperforma tinggi juga dijanjikan mampu mengisi daya lebih cepat dan memberikan efisiensi luar biasa.

Sistem Operasi Arene OS dan AI Jadi Korban

Salah satu fitur yang ikut dikubur adalah Intelligent Cockpit dengan sistem operasi Arene OS. Platform ini dirancang sebagai asisten pribadi berbasis AI yang bisa merekomendasikan rute dan mode berkendara berdasarkan kebiasaan pengemudi.

Semua fitur itu kini hanya tinggal konsep. Toyota memilih fokus pada SUV besar dan kendaraan berbahan bakar konvensional. Strategi "multi-pathway" yang mencakup semua jenis powertrain—dari bensin, hybrid, hingga hidrogen—tetap menjadi pegangan utama pabrikan asal Jepang ini.

Penjualan EV Toyota Naik, Tapi Pasar Sedan Mewah Lesu

Ironisnya, keputusan ini diambil saat penjualan EV Toyota justru menunjukkan tren positif. Berkat model bZ4X yang diperbarui dan bZ3X murah hasil kolaborasi dengan BYD, penjualan EV Toyota naik 42 persen menjadi 190.000 unit tahun lalu.

Di kuartal pertama tahun ini, Toyota bZ bahkan menjadi EV terlaris ketiga di AS, hanya kalah dari Tesla Model Y dan Model 3. Namun, perubahan kebijakan di bawah pemerintahan Trump membuat Toyota pesimis pasar sedan EV mewah akan laku di Negeri Paman Sam.

Ketergantungan pada BYD Makin Terlihat

Pembatalan LF-ZC juga menyoroti ketergantungan Toyota pada mitra China. BYD, yang kini menguasai hampir seluruh rantai pasok EV, menjadi pemasok teknologi untuk mobil listrik Toyota, baik di China maupun pasar global.

Analis menilai Toyota akan semakin tertinggal dari BYD jika terus membatalkan proyek EV ambisius. Sementara BYD mengintegrasikan semuanya dari baterai hingga chip, Toyota masih bergantung pada pihak ketiga untuk komponen kunci.

Toyota menyatakan akan terus mengembangkan teknologi gigacasting dan baterai solid-state untuk generasi EV berikutnya. Tapi untuk LF-ZC, panggung telah ditutup sebelum lampu panggung benar-benar menyala.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top