Anggota DPRD Barito Utara Apresiasi Festival Kuntau ASBADATA 2026, Benteng Pelestarian Budaya Dayak di Tengah Modernisasi

Penulis: Hendra Wijaya  •  Senin, 27 Juli 2026 | 13:29:01 WIB
Anggota DPRD Barito Utara, Gun Sriwitanto, menyampaikan apresiasi terhadap Festival Kuntau ASBADATA 2026 yang digelar di tepian Sungai Barito, Muara Teweh.

MUARA TEWEH — Festival Kuntau ASBADATA 2026 yang berlangsung di tepian Sungai Barito, kawasan Water Front City (WFC), tak sekadar menjadi ajang unjuk kebolehan seni bela diri tradisional. Bagi Gun Sriwitanto, anggota DPRD setempat, gelaran ini adalah benteng terakhir untuk menjaga identitas budaya masyarakat Dayak.

Mengapa Kuntau Dianggap Lebih dari Sekadar Bela Diri?

Menurut Gun, kuntau bukanlah sekadar gerakan fisik atau pertunjukan semata. Di balik setiap jurusnya, terkandung nilai-nilai luhur seperti keberanian, disiplin, rasa hormat, dan semangat persaudaraan yang diwariskan secara turun-temurun.

"Kuntau bukan hanya sebuah pertunjukan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang harus terus diwariskan," kata Gun di Muara Teweh, Minggu.

Antusiasme Peserta dari Berbagai Kecamatan

Gun menilai, keterlibatan peserta yang datang dari berbagai kecamatan di Barito Utara menjadi bukti bahwa antusiasme masyarakat terhadap budaya lokal masih sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa eksistensi kuntau sebagai warisan leluhur masih terjaga.

"Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda," tambah legislator tersebut.

Harapan untuk Masa Depan Budaya Barito Utara

Gun berharap Festival Kuntau ASBADATA dapat terus menjadi agenda rutin tahunan. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya lokal agar tidak tergerus zaman.

"Kami di DPRD tentu mendukung kegiatan-kegiatan pelestarian budaya seperti ini. Semoga Festival Kuntau ASBADATA terus menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan bangga terhadap budaya Barito Utara," pungkasnya.

Ia juga optimistis, dengan sinergi yang kuat, kuntau sebagai identitas masyarakat Kalimantan Tengah bisa semakin dikenal, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga nasional.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top