6 Titik Panas Terdeteksi di Kalteng, BPBD Keluarkan Peringatan Dini Karhutla Zona Merah

Penulis: Hendra Wijaya  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 17:10:27 WIB
Enam titik panas terdeteksi di Kalimantan Tengah, BPBD keluarkan peringatan dini karhutla zona merah.

PALANGKA RAYA — Enam titik panas (hotspot) terpantau di Kalimantan Tengah dalam periode 21-23 Juni 2026. Data satelit SiPongi mencatat titik api terbanyak di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan tiga titik, disusul Gunung Mas dua titik, dan satu titik di Kotawaringin Barat.

Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah selaku Komandan Harian, Ahmad Toyib, menyatakan bahwa kondisi material permukaan tanah di wilayah selatan Kalteng sudah sangat kering. "Melihat grafik analisis dari BMKG, wilayah Kalimantan Tengah bagian selatan sudah didominasi zona merah, yang artinya material di permukaan tanah sangat kering dan sangat mudah terbakar," ujarnya.

Tingkat Kelembaban Tanah di Sejumlah Daerah Capai 0 Persen

Pemantauan tinggi muka air tanah di titik-titik rawan seperti Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Kapuas menunjukkan angka kelembaban 0,0 persen di beberapa sensor. Kondisi ini membuat alang-alang dan dedaunan kering di lantai hutan sangat rentan tersulut api.

Ahmad Toyib menginstruksikan seluruh personel posko dan Satgas di lapangan untuk memperketat patroli pencegahan. "Jangan sampai ada aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar, karena dalam kondisi sekering ini, api akan sangat cepat meluas dan sulit dikendalikan," tegasnya.

Posko Krisis Siaga 24 Jam Pantau Pergerakan Angin

BPBD mengaktifkan Posko Krisis Karhutla yang beroperasi selama 24 jam untuk memonitor perkembangan hotspot dan arah angin. Saat ini angin bertiup dari Timur-Tenggara, yang berpotensi memperluas area kebakaran jika titik api muncul.

Koordinasi dengan kabupaten dan kota terus diperkuat untuk memastikan penanganan cepat begitu ada laporan titik api. Target utama mencegah api meluas hingga menembus lahan gambut yang sulit dipadamkan.

BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lokal Disertai Petir

Meski risiko karhutla tinggi, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut mengingatkan potensi hujan lokal dengan durasi singkat. Hujan ini bisa disertai kilat, petir, dan angin kencang yang justru membawa risiko tersendiri bagi masyarakat.

BPBD berharap sinergi antara posko krisis, relawan, dan masyarakat sekitar hutan berjalan optimal. Target utama menjaga Kalimantan Tengah bebas dari kabut asap pada musim kering tahun ini.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: haikalteng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top