PANGKALAN BUN — Perum Bulog Cabang Kotawaringin Barat (Kobar) memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok di tengah tekanan harga yang masih fluktuatif. Langkah konkretnya, Bulog Kobar berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) setempat dalam menggelar Pasar Inflasi.
"Kami membawa sejumlah kebutuhan pokok berupa beras premium, beras SPHP, Minyakita dan juga gula dengan kemasan satu kilogram," kata Kepala Cabang Bulog Kobar Ricky Bagus di Pangkalan Bun, Rabu.
Untuk tahap awal, Bulog Kobar menyediakan 100 kilogram beras premium, 100 kilogram beras SPHP, 150 krat Minyakita yang setara dengan 1.800 botol, serta 250 kilogram gula pasir. Ricky menyebut jumlah ini akan ditambah jika antusiasme masyarakat tinggi.
"Karena ini permulaan, jadi kami membawa secukupnya dulu dan melihat antusias masyarakat. Apabila antusias masyarakat tinggi, kami siap menyediakan sesuai dengan permintaan dinas," ujarnya.
Yang menarik, harga Minyakita di Pasar Inflasi ini dipatok Rp 15.500 per liter, lebih murah Rp 200 dari HET resmi sebesar Rp 15.700 per liter. Sementara itu, beras premium kemasan lima kilogram dijual Rp 77.000 dan beras SPHP kemasan lima kilogram seharga Rp 60.000 — keduanya juga di bawah HET.
Masyarakat tidak perlu menunggu Pasar Inflasi untuk mendapatkan harga terjangkau. Ricky menjelaskan, kantor Bulog Kobar membuka outlet BUMN setiap Senin hingga Jumat dengan harga dan kualitas yang sama.
"Masyarakat tidak perlu khawatir, mereka juga bisa mendapatkan harga HET tersebut di kantor kita," jelasnya.
Stok di gudang Bulog Kabupaten Kobar saat ini tercatat 600 ton beras, 60 ton gula pasir, dan 5.400 liter Minyakita. Angka ini akan terus bertambah seiring suplai bertahap dari produsen.